Saturday, April 7, 2018

“NAMAKU PRAM” Catatan & Arsip.

Titimangsa Foundation dan Dia.Lo.Gue didukung Bakti Budaya Djarum Foundation, mempersembahkan: “NAMAKU PRAM” Catatan & Arsip.
.
Pameran arsip dan catatan penulis dalam sisi kesehariannya sebagai Pramoedya Ananta Toer, bibliografi dan proses dokumentasi Ensiklopedia Citrawi Indonesia.
.
PAMERAN
17 April - 20 Mei 2018
Senin - Kamis 09.30 - 18.00 WIB
Jumat - Minggu 09.00 - 21.00 WIB
Dia.Lo.Gue
Jl. Kemang Selatan no. 99A Jakarta Selatan
Dibuka untuk umum
.
PEMBUKAAN
Menghadirkan:
Astuti Ananta Toer
Angga Okta Rahman Toer
Happy Salma
Engel Tanzil
Danny Wicaksono
.
Menampilkan:
Slamet Rahardjo
Ratna Riantiarno
Najwa Shihab
Ananda Sukarlan
.
Selasa, 17 April 2018
Pukul 15.00 WIB
Galeri Indonesia Kaya
Grand Indonesia, West Mall Lt. 8
Dibuka untuk umum
.
ARTIST TALK
Di Balik Panggung Pentas
“Bunga Penutup Abad”
Menghadirkan:
Reza Rahadian
Happy Salma
Chelsea Islan
Sabia Arifin
Segenap tim kreatif
.
Rabu, 18 April 2018
Pukul 15.00 WIB
Galeri Indonesia Kaya
Grand Indonesia, West Mall Lt. 8
Dibuka untuk umum
.
MINI PAMERAN
17 April - 2 Mei 2018
Pukul 10.00 - 22.00 WIB
Galeri Indonesia Kaya
Grand Indonesia, West Mall Lt. 8
Dibuka untuk umum
.
#namakupram #pramoedyaanantatoer  #arsip #exhibition #titimangsafoundation #dialogue #baktibudayadjarumfoundation
#indonesiakaya

Monday, April 2, 2018

pameran tunggal Bambang Heras- Mangsimili di Kiniko Art room - SaRang Art Building

Sahabat seni yang baik, kami mengharap kehadirannya pada pameran tunggal Bambang Heras- Mangsimili.Pada hari Senin, 2 April 2018, jam 19.00 di Kiniko Art room - SaRang Art Building.JL. Kalipakis RT.05/11 Tirtonimolo,Kasihan Bantul Yogyakarta. Terimakasih atas waktu yang diberikan.

Sunday, April 1, 2018

Next Page Group Exhibition at The Space, The Parlor.bdg 31 March - 13 April 2018

Regrann from @mmeilia  -  Next Page adalah pameran bersama yang digagas untuk menampilkan-kembali karya para legenda 'GDB'. Serupa halaman baru bagi para seniman dalam memaknai sebuah transisi antara lembar perjalan masa lalu menuju wahana kosong selanjutnya yang benar-benar siap untuk diisi. Berangkat dari pertanyaan Maybe I still get hot? menjadi permulaan yang strategis untuk membuat pemetaan di babak selanjutnya. - Group Exhibition at The Space, The Parlor.bdg Jl. Rancakendal Luhur no. 9, Dago Atas, Bdg. - OPENING 31 March 2018 07.30 PM  31 March - 13 April 2018 -With
Angga Rinaldy A
Deni Ramdani a.k.a Ackay
Haryadi
Mia Meilia
Kusratno Aket
Teguh Pramana
Setia Pramana a.k.a Ntek
Sri Hartati
Rennie Emonk
Roni Bronz
Tina Nuraziza a.k.a Beni

Currated by @galihjk @wan_rh
Dirrected by @cenhung_ Supported by @theparlor.bdg, @pustakarupa, @uvisual, @misghot  

Thursday, March 22, 2018

JAGONGAN WAGEN edisi Maret (Perayaan 60 th Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja)




View this email in your browser
Jagongan Wagen Edisi Maret 2018
60th PUSAT LATIHAN TARI BAGONG KUSSUDIARDJA
"NGETUTKE RASA"


 
Jagongan Wagen edisi Maret ini, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) mempersembahkan karya baru dari Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja (PLTBK) sebagai perayaaan 60 tahun PLTBK- yang mengawali program perayaan ulang tahun  peringatan pencapaian kebudayaan Bagong Kussudiardja sebagai seniman (90th Bagong Kussudiardja/60th PLTBK/ 40th PSBK).
 
Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja (PLTBK) didirikan oleh Alm. Bagong Kussudiardja pada tahun 1958 dan telah memberikan kontribusi besar pada pelatihan tari bagi ratusan penari dan koreografer di seluruh nusantara dan internasional ; dan banyak penciptaan karya tari. PLTBK melanjutkan semangat pendiri dalam eksperimen dan penciptaan tari melalui pendekatan metode belajarnya.
 
Dalam Jagongan Wagen, karya baru oleh PLTBK berjudul "Ngetutke Rasa". Karya ini terinspirasi oleh metode pengajaran tari dari Bagong Kussudiardja (BK). Beliau selalu menekankan pada murid-muridnya, karya seni tidak diukur dari benar salah , tetapi bagaimana rasanya. Para penari harus memiliki kemampuan dalam menyajikan rasa gerak dalam tarian mereka.
Acara akan dibuka dengan perbincangan oleh Bapak Djaduk Ferianto tentang perjalanan kreativitas Bagong Kussudiardja melalui karya tarinya.
 
******************************************
 
For this March, Jagongan Wagen, a monthly performance platform program by Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK), is very pleased to honor and celebrate Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja (PLTBK)'s 60th anniversary–launching the 2018 anniversary celebration program that commemorates Bagong Kussudiardja's cultural achievements as an artist (90th Bagong Kussudiardja/ 60th PLTBK/ 40th PSBK).
 
PLTBK, founded in 1958 by the late Bagong Kussudiardja, has made an immense contributions to the dance training of hundreds of dancers and choreographers throughout the archipelago and internationally; and the creation of numerous dance work.  PLTBK strives to continue the late founder's spirit in experimentation and creation of dance through his approaches to learning.  
 
PLTBK will present new works entitled Ngetutke Rasa (Led by the Senses). The works is inspired by Bagong Kussudiardja's learning approaches in dance known as ngetutke rasa[1]. Bagong Kussudiarja has always emphasized to his students that artwork is not measured by right and wrong, but in how it feels. The dancers must have the ability to achieve in presenting the sense of motion through their movements.

 
The evening will open with a special talk by Mr. Djaduk Ferianto regarding Bagong Kussudiardja's creative journey through his dance works. 
 
Ngetuke Rasa by Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja

Dancers :
  1. Paranditya Wintarni
  2. Indiartari Kussnowari
  3. Nurul Dwi Utami
  4. Arjuni Prasetyorini
  5. Pulung Jati Rangga Murti
  6. Putra Jalu Pamungkas
  7. Hermawan Sinung Nugroho
  8. Anang Wahyu
Musicians :
  1. Boedhi Pramono
  2. Purwanto
  3. Danang Rajiv Setyadi
  4. Desti Pertiwi
  5. Widanto Agung Nugroho
  6. Fajar Sri Sabdono
  7. Shandro Wisnu Aji Seputra
 
[1] For the Javanese rasa can mean the essential, often hidden, significance of something obscure, it points back to the first notion of rasa as intuition , feeling, and taste. To fathom something obscure, one has to engage in all of one's senses, feelings, and intuitions -as if one tasted the essence of the thing.

 
*****************************************
Kegiatan yang sedang berlangsung dan selanjutnya di PSBK :

16 Maret - 7 April 2018
RUANG SENI RUPA "TITIK TEMU"
Jam buka Pameran : Senin-Jumat pukul 10.00-16.00
(diluar jam tersebut sila kontak kantor PSBK)
Side Event Ruang Seni Rupa:
Kamis, 29 Maret 2018 pkl 09.30 : Workshop kreativitas bagi siswa SMA 
(pendaftaran hub. 0821-4141-6252)
Sabtu, 7 April 2018 pkl 15.00 : Artists Talk
(terbuka untuk umum)


13 April 2018
JAGONGAN WAGEN Edisi APRIL
Sebuah pertunjukan interdisiplin dari Seniman Pasca-terampil (SPt) PSBK 2018


27-29 April 2018
CERITA ANAK
"Papermoon Theatre (INA) dan Polyglot Theatre (AUS)"

Copyright © 2018 Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, All rights reserved.
You are receiving this email because you are our family :)

Our mailing address is:
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
Ds. Kembaran RT 04-05, Tamantirto, Kasihan
Bantul 55183
Indonesia


Wednesday, March 21, 2018

ROH Projects solo exhibition of Anusapati, PLANTSCAPE,

Anusapati (b. 1957) is a celebrated artist and lecturer at ISI (Institut Seni Indonesia) based in Yogyakarta, who throughout his career has always been preoccupied with wood and its origin: trees. ROH Projects is pleased to invite you to our first solo exhibition of Anusapati, PLANTSCAPE, where the artist's childhood memories of trees in plantation areas around him became source of curiosity, quest, as well as artistic practice; which are cultivated into forms of knowledge, space, time and reality.

___

Opening: 24 March 2018, at 5 pm onwards
Text by Grace Samboh

Sunday, March 18, 2018

galerikertas Komik dalam “… marang ibu” Ugo Untoro

Pembukaan galerikertas
Komik dalam “… marang ibu” Ugo Untoro

galerikertas merupakan ruang pameran untuk karya seni visual dan seni rupa yang menggunakan kertas, baik sebagai media, material, atau apapun kemungkinan penciptaan lainnya. Maka, karya-karya yang bisa dihadirkan di galerikertas beragam mulai dari sketsa, desain komunikasi visual, rancang bangunan, bahkan komposisi not musik, sampul buku, hingga karya tiga dimensi serupa instalasi, patung, topeng, serta segala kemungkinan penciptaan seni visual dan seni rupa yang menggunakan kertas.

“galerikertas adalah galeri yang membawa kita ke masa lalu. Apa yang dikhawatirkan dari kertas bukan fisiknya, tapi yang dikhawatirkan adalah tersisihnya ide, gagasan dan sensitifitas berkarya dengan kertas. Tujuan kami adalah memperlambat dan menemukan kembali yang hilang dan kami ingin menanam kembali sesuatu yang lebih subur dari galerikertas” tutur Hanafi, direktur Studiohanafi, menjelaskan galerikertas sebagai upaya pencarian “bahasa” baru yang menunjukan perkembangan karya kreatif dengan kertas

galerikertas merupakan ruang edukasi sekaligus promosi yang disediakan Studiohanafi untuk seniman di Indonesia yang berkarya menggunakan kertas, baik kertas sebagai medium, material, atau apapun kemungkinan penciptaan lainnya.

Tujuan galerikertas adalah untuk regenerasi seniman, melalui interaksi, bertukar pikiran antara seniman senior dengan seniman muda yang juga berkarya menggunakan kertas.

“Pada gilirannya, karya seniman muda tersebut akan dibahas dan dikurasi oleh seniman berpengalaman lalu dipamerkan pada bulan berikutnya. Sirkulasi seperti inilah yang menjadikan galerikertas sebagai ruang edukasi dan promosi” seperti yang dijelaskan Heru Joni Putra, penangggungjawab galerikertas.

Pembukaan galerikertas Studiohanafi (23/3) akan dimulai dengan pameran tunggal Ugo Untoro, perupa asal Yogyakarta. Pameran berjuluk “…marang ibu” akan menampilkan komik sebagai salah satu gagasan karya penciptaan dalam pameran ini.

“Komik merupakan salah satu bentuk karya seni yang pertama saya kenal, selain boneka, wayang atau film kartun. Komik menarik karena dalam sebuah buku kita menemukan teks dan gambar. Teks dan gambar ini saling bahu membahu membangun sebuah cerita” ungkap Ugo.

Selain komik, Ugo akan menampilkan karya-karya kertas seperti origami dan 100 lebih sketsa  di atas medium kertas daur ulang yang ia sebut sebagai “tumpukan hari”. Serta berbagai karya kertas lainnya.   

Pembukaan galerikertas akan dibuka oleh JJ. Rizal, sejarawan yang akan mengurai sejarah kertas, serta penampilan musik Bunyi Sunya, pimpinan Lawe Samagaha. Akhirnya, galerikertas bertujuan sebagai ruang untuk edukasi dan promosi, menampung segala modus penciptaan dan mencari alternatif lain dari kertas. Prakarya dalam kertas adalah semangat untuk melihat proses belakang layar. Apa lagi yang bisa dibuat dan ditemukan dengan karya kertas untuk mencari peluang dan menemukan nilai.






















Pembukaan Galerikertas
Pameran “… marang ibu” Ugo Untoro

24 Maret- 22 April 2018, 10.00- 20.00 WIB



PEMBUKAAN
Jumat, 23 Maret 2018
Pukul 19.30 WIB
Jl. Raya Cinere, Gang Manggis No. 72, Parung Bingung- Depok
Dibuka oleh JJ. Rizal, sejarawan
Penampilan musik Bunyi Sunya, pimpinan Lawe Samagaha.


PROGRAM PUBLIK
• Diskusi dan Presentasi “Karya Kertas Perupa Muda”
24 Maret-26 Maret 2018 pukul 16.00 WIB di Galerikertas

Sabtu, 24 Maret 2018, pukul 16.00 WIB – selesai
Presentasi karya perupa muda dan diskusi bersama Ugo Untoro, dari Seni Rupa ISBI Bandung dan Komunitas drawing 212

Minggu, 25 Maret 2018, pukul 16.00 WIB – selesai
Presentasi karya perupa muda dan diskusi bersama Ugo Untoro,  dari Institut Kesenian Jakarta dan Universitas Bina Nusantara

26 Maret 2018, pukul 16.00 WIB – selesai
Presentasi karya perupa muda dan diskusi bersama Ugo Untoro dari Universitas Multimedia Nusantara dan Komunitas Sketsa Kota Tua

Narahubung:

Ratu Selvi Agnesia (Selvi)
Art manager studiohanafi
085721941986 / studio.hanafi72@gmail.com
www.studiohanafi.com






Ugo Untoro

Lahir, 1970 di Purbalingga, Jawa Tengah. Lulus dari Institut Seni Indonesia (ISI) di Yogyakarta. Ugo dianggap sebagai salah satu seniman kontemporer kunci Indonesia. Karya-karynya dipamerkan di Indonesia dan juga Malaysia, China, Italia, Singapore, Prancis dll. Karya-karyanya melintas dari lukisan, gambar, komik, instalasi, sampai video art. Karya-karya di atas kertasnya menunjukkan perpaduan sekaligus perbenturan kembali antara tendensi bahasa sastra dan bahasa visual. Ia memperoleh beberapa penghargaan, seperti Man of The Year 2007 versi Tempo Magazine, The Best Artist and Work, Quota Exhibition, Galeri Nasional Jakarta by Langgeng Galeri, 1998 Philips Morris Award, Jakarta, The Best 5 Finalist, Philip Morris Competion in Hanoi, Vietnam, 1994 Philip Morris Art Award Indonesia.

Solo Exhibition:

2015  -  ‘Passage’, retrospective exhibition, galeri gejayan, yogyakarta
2013   -     ‘Melupa’, Ark Galeri, Yogyakarta
2009
- ‘Poem of Blood’, in Rome Contemporary Art Fair, Italy
- June    Nadi Gallery
2011
- ‘Paper & Ugo’, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta
2008​
- ‘Terrible Desire’, Langgeng Gallery, HK Art Fair, Hongkong
- ‘Poem of Blood’, Biasa Art Space-Bali, Shanghai Art Fair
2007   
- ‘Word’s of Ugo’, Art Forum Singapore.
- ‘Poem of Blood’, Taman Budaya Yogyakarta, Yogyakarta.
- ‘Poem of Blood’, National Gallery, Jakarta.
2006   
- ‘My Lonely Riot’, Biasa Art Space, Kuta Bali. 
-     ‘Short – Short Stories’, Valentine Willie Fine Art, Kuala Lumpur
2004​
- ‘Silent Texts’, Edwin’s Gallery, Jakarta.
- .
2002​
- ‘Goro – Goro’, Nadi Gallery, Jakarta.

2001   
- ‘Boneka dan Buku’, Rakuti Gallery, Surabaya.
-     Embun Gallery, Yogyakarta
2000​
- Java Gallery, Jakarta.
1999​
- Sika Contemporary Art Gallery, Bali.
1996​
- Cemeti Gallery, Yogyakarta.

1995​
- ‘Corat – Coret’, Bentara Budaya Yogyakarta.

Friday, March 16, 2018

Fwd: Press Release Pameran Tunggal Nana Tedja 'Tumbuh Akar' @ Art:1 New Museum

Tumbuh Akar
Solo exhibition by Nana Tedja
Curated by A. Anzieb

Wednesday, 21st March, 2018
7PM
Art Space, G3, Art:1
Jl. Rajawali Selatan Raya No 3 Jakarta Pusat

Media partner: Harpers Bazaar & Her World

For our latest news, please follow us on social media:
www.mondecor.com I IG @art1newmuseum