Friday, July 20, 2018

REDRAW III:UGAHARI | Wednesday, 25 July 2018, at 19.00hrs





Inline image


REDRAW III: UGAHARI

 

Curator:

Leonhard Bartolomeus

 

Artists:

Acong (S. Dwi Stya), Agus Triyanto BR, Alfin Agnuba, Anton Subiyanto, Ayu Arista Murti, Citra Sasmita, 
Farhan Siki, Gilang Fradika, Gilang Nuari, Iabadiou Piko, Iwan Effendi, Jumaldi Alfi, Kemalezedine, Marishka Soekarna,
 Miranti Minggar, Naisya Suherman, Nasirun, R.E.Hartanto, Restu Ratnaningtyas, Ugo Untoro, Yudha Sandy

 

The exhibition is to be opened by :

Arch. Dipl. Ing. Cosmas D. Gozali, IAI

( Architect and Art Lover )

 

Opening Night

Wednesday, 25 July 2018, at 19.00 hrs

 

Venue

Edwin's Gallery

Kemang Raya No.21, Jakarta Selatan, Indonesia

 

The Exhibition will be held until 5 August 2018

 

Opening Hours :

Monday – Saturday : 09:00-18:00

Sunday : 12:00-18:00





Edwin's Gallery
Kemang Raya No. 21, Kemang, Jakarta 12730, Indonesia
Ph: +62 21 7194721, +62 21 71790049
Fax: +62 21 71790278
web: www.edwinsgallery.com

Thursday, July 19, 2018

The World of Illustration: Understanding The Competitiveness Of Asian Illustrators

Don't miss the chance to see these three talented illustrators talking about 'The World of Illustration: Understanding The Competitiveness Of Asian Illustrators' at the opening of Reka Rupa Rasa Illustration Festival.

Friday, 20 July 3 pm with
Koichoro Kashima, Japan
Nuttapong Daovichitr, Thailand
Yeji Jun, South Korea
Atreyu Moniaga as Moderator

Dia.Lo.Gue
Kemang Selatan 99a
Jakarta 12730

OPENING REKA RUPA RASA
ILLUSTRATION FESTIVAL
Friday, 20 July 2018 at 6 pm
officiated by
Hanny Kardinata
Founder of DGI, Graphic Designer & Senior Illustrator
.
PASAR SENI 
Friday, 20 July 11 am - 9 pm
Saturday, 21 July 9 am - 8 pm
Sunday, 22 July 9 am - 6 pm

TALKSHOW & WORKSHOP
28 July 3 pm,
4, 11 & 18 August 3 pm

Supported by @ilove_artotel & @simpul.group

#SmartDialogue #RekaRupaRasa #illustration #illustrator #illustrationFestival #Exhibition #Pasarseni #dialogueartspace #talkshow #workshop #kooichirokashima #nuttapongdaovichitr #nutdao #yejijun #atreyumoniaga

Wednesday, July 18, 2018

Jejak Tabi Exchange: Wandering Asian Contemporary Performance





Jejak Tabi Exchange: Wandering Asian Contemporary Performance
adalah sebuah platform pertukaran baru yang diinisiasi oleh Helly Minarti, Lim How Ngean dan Akane Nakamura. Program ini ditujukan bagi seniman-seniman kontemporer Asia dan yang secara khusus diciptakan sebagai ajang untuk mementaskan karya-karya mereka sekaligus mendorong terjadinya pertukaran-pertukaran yang lebih bermakna diantara mereka.Program ini akan diberlangsungkan di Yogyakarta, Kuala Lumpur dan Tokyo.
 
Kini Jejak Tabi Exchange memulai jejaknya, antara lain:
 
Gelaran pertunjukan 
Beautiful Thing 2 (Padmini Chettur) - India
Minggu, 15 Juli 2018
7.30 PM
at  Langgeng Art Foundation


Diskusi Panel:

Between Theory and Practise: Getting to Contemporary 
Pembicara:
Padmini Chettur (Koreografer, Chennai)
Pichet Klunchun (Koreografer, Bangkok)
Yudi Ahmad Tajudin (Performance Maker, Teater Garasi/ Garasi Performance Institute, Yogyakarta)
Donna Miranda (Koreografer, Manila)
Moderator : Lim How Ngean (Kurator, Malaysia/Australia)


Senin 16 Juli 2018
19:30-21:30
Langgeng Art Foundation

Creating Works, Carving A Path : Strategies and Tactics
Pembicara:
Thanapol Virulhakul (Democrazy Theater Studio, Bangkok)
Sekar Putri Handayani (Rumah Banjarsari, Surakarta)
Satoko Ichihara (Penulis, Jepang)
Moderator : Joned Suryatmoko 


Selasa, 17 Juli 2018
19:30 - 21`: 30 WIB
Langgeng Art Foundation


Program ini didukung oleh:
Jejak Tabi Exchange 2018, Cemeti-Institute for Arts & Society, Asia Centre Japan Foundation, Bekraf, Arts Council Tokyo, Langgeng Art Foundation 






Operational Office, Gallery & Store
Monday - Saturday  10AM – 6PM
Restaurant & Space
Monday - Saturday 10 AM-10PM
We're close on Sunday & Public Holiday


 Langgeng Art Foundation & Equator Art Project
Jl Suryadiningratan 37 A Yogyakarta I T: +62274 3713722 I e: info@langgengfoundation.org

"Dolanan di Uma Seminyak"




Pameran terbaru di Uma Seminyak!
 

"Dolanan"
 

Menghadirkan karya-karya terbaru dari Monez, Siji, Uncle Joy and Venty Vergianti.

Dolanan atau dalam bahasa Indonesia "permainan" memiliki banyak makna. Dolanan sangat identik dengan anak-anak, baik dari konteks permainan itu sendiri maupun dunia/kehidupan anak-anak yang penuh dengan permainan. Dunia yang kaya akan imajinasi, kepolosan, kejujuran, dan kenekatan. 

Manusia dewasa melihat hitam putih sedangkan anak-anak melihat spectrum warna lain dalam hitam dan putih.Bagaimana cara anak-anak "melihat" dengan kepolosannya ini menjadi benang merah dari karya-karya seniman yang terlibat dalam menerjemahkan cerita dolanan dalam karya-karyanya. Melalui pameran ini para seniman bermaksud untuk membawa audiens dalam dunia khayal, memperluas persepsi akan kehidupan yang penuh imajinasi.

Pembukaan Pameran
Sabtu, 21 Juli 2018
jam 17.30 wita
di Uma Seminyak
Jl. Kayu Cendana No. 1 Oberoi
Seminyak, Kuta Utara, Bali

Monez seorang illustrator dengan latar belakang sebagai orang Bali dan hidup di Bali banyak berpengaruh terhadap gaya ilustrasinya, hal ini bisa dilihat dari bagaimana ia memadukan seni tradisional dan modern. Berbagai teknik ia pakai mulai dari tradisional sampai ke digital. Sebagian besar karyanya terpengaruh oleh cerita-cerita rakyat Bali, budaya dan  mitos yang hidup di Bali. Dalam pameran Dolanan, Monez mengambil sudut pandang berbeda terhadap masa kanak-kanak yang dituangkan Monez dalam karya hitam putih dengan media arang di atas kertas. Arang dipilih karena merupakan bahan dari alam yang mewakili kita sebagai manusia yang merupakan bagian dari alam ini. Arang juga menghasilkan goresan yang ekspresif dan tanpa rencana, bergerak bebas seperti kebebasan anak-anak dalam bermain (dolanan). Sebagian besar karya yang dipamerkan kali ini mengambil wujud hewan-hewan imajinatif, menggambarkan sifat manusia kecil yang memiliki berbagai karakter.
 
Venty Vergianti mempunyai latar belakang sebagai arsitek yang kemudian jatuh hati pada dunia seni keramik sejak tahun 2010. Dalam karyanya Venty menerjemahkan Dolanan sebagai sebuah kepolosan, sifat dasar manusia yang dimiliki sejak mereka lahir, dan bagaimana sifat ini terlukai sejalan dengan manusia beranjak dewasa. Melalui karyanya ini pula Venty berusaha mengangkat isu kehidupan modern, bagaimana lingkungan menciptakan norma benar salah, bagaimana pikiran manusia dipengaruhi oleh cerita dan bahasa yang diubah dan dimanipulasi.
 
Cerita hantu menjadi metaphor dari berbagai isu yang beredar di berbagai sisi kehidupan, yang menciptakan kegelisahan dan ketakutan layaknya virus yang menyerang tubuh manusia sehat. Cerita hantu memperlihatkan sepotong cuplikan akan kehidupan manusia yang sering kali terfokus dalam hitam dan putih dari pada melihat berbagai spectrum warna yang ditampilkan dunia di sekelilingnya. Cerita hantu menjadi pertanyaan akan kesahihan berbagai isu di dunia ekonomi, politik, hingga pendidikan dan spiritual. Apakah persepsi itu terbentuk atau dibentuk, lagi-lagi semua cerita hantu itu bersumber dari apa yang ada di dalam "kepala" manusia … mind your head …
Tri adalah orang di belakang Unclejoy. Masa anak-anak adalah masa "dolanan" yang sangat disukai unclejoy. Memori masa kecil, mainan yang disukai, film kartun tahun 80an, robot jepang, komik Mahabarata, menari Jawa, membatik adalah hal yang selalu melekat dalam memorinya. Melalui pilihan medium street art, proses berkaryanya pun tidak jauh dari permainan. Mewarnai, menempel, corat-coret adalah bagian yang sangat menyenangkan dari proses berkarya. Karakter Unclejoy selalu berevolusi, haus akan dinding kosong, cat semprot, segala jenis cat/pewarna, spidol, dan warna apa pun. Dua karya dan 1 set karya yang terdiri dari 10 panel dengan warna warni ceria dan karakater unik akan ia tampilkan dalam pameran Dolanan kali ini.
Siji adalah gender fluid clothing line karya dari Myra Juliarti yang menggunakan material dari serat alam yang hanya memiliki satu ukuran di setiap bajunya. Terinspirasi dari masalah-masalah yang timbul dalam masyarakat dan merangkul keunikan dari setiap individu, arah rancangan siji menuju pada produk yang terbatas, unisex, berpotongan longgar serta menempatkan kerajinan tangan sebagai media bercerita dalam menyampaikan pesan.

Dalam pameran Dolanan, Siji terinspirasi oleh "Conundrum - permainan pertanyaan" dan relasinya dalam menjalani kehidupan, siji menuangkannya dalam bentuk rangkaian koleksi desain pakaian sebagai bentuk ekspresi tanpa aturan baku yang dapat di interpretasikan sesuai dengan masing-masing individu yang melihat.
scan me!
Copyright © 2018 Uma Seminyak, All rights reserved.
You've received this email because you are a subscriber of this site

Our mailing address is:
Uma Seminyak
Jl Kayu Cendana no. 1 Seminyak
Kuta Utara
Badung 80361
Indonesia

Friday, July 13, 2018

Pameran Seni Rupa " Di Antara Dua Dunia"




View this email in your browser
Ruang Seni Rupa Edisi Juli 2018 
"DI ANTARA DUA DUNIA"
 
Pembukaan Pameran : Sabtu, 14 Juli 2018
Pukul 19.00 – 22.00 WIB

Turut merayakan : Pertunjukan musik peserta program Kemdikbud RI-
Belajar Bersama Maestro(BBM)Djaduk Ferianto

  
Pameran berlangsung hingga 4 Agustus  2018
Buka : Selasa-Sabtu pukul 10.00-17.00
 


 
Pada Sabtu, 14 Juli 2018, PSBK akan membuka sebuah pameran yang berjudul "DI ANTARA DUA DUNIA". Pameran ini menghadirkan penciptaan karya rupa "bertumbuh" (Project Rupa Tumbuh 2018) yang mendorong seniman dari berbagai disiplin untuk berkolaborasi dan terlibat dalam penyelidikan kreatif -yang melibatkan masyarakat sebagai sumber penting bagi seniman.

Representasi dalam dunia maya sekarang menjadi faktor penting bagi seseorang untuk menjalin serta merawat relasi sosial.  Dunia maya sebagai ruang interaksi lebih sering mempunyai efek terhadap kehidupan sosial seseorang dalam dunia nyata. Tanpa memiliki gawai dengan aplikasi-aplikasi media sosial atau komunikasi berbasis internet, relasi sosial seseorang dan akses terhadap kesempatan mengetahui aktivitas dalam dunia nyata akan berkurang dengan drastis.

Saat ini, representasi menempati porsi penting dalam interaksi sosial. Respon yang muncul pun beragam. Pola komunikasi menjadi semakin susah ditebak arahnya. Ruang interaksi meluas. Seniman mencoba membedah bagaimana praktik ulang alik perjalanan serta kendali atas cara merepresentasikan diri baik di dunia nyata maupun di dunia maya.

 
************************************************
 
On Saturday, 14 July 2018, PSBK will open an exhibition entitled "DI ANTARA DUA DUNIA" (BETWEEN TWO WORDLS). The exhibition will present a collective installation created from visual art lab (Rupa Tumbuh 2018 Project) that encourages artists from different disciplines to collaborate and engage in creative investigation to connect them with the  public or society as an important resource for the artists. 

Representation in the virtual world is currently an important factor for individuals to establish and maintain their social relationships. The virtual world as an arena for interaction, has influentially affected one's social life in the real world. Without social media devices or internet-based communication applications, social relations and access to  activity information and opportunities in the real world, will be drastically reduced.

Currently, image-making occupies an important part of social interaction. Responses that appear are varied. Communication patterns are becoming increasingly difficult to guess. The interactive space is widespread. The artists seek to understand the practice of shuttling between two worlds and how one controls self-imaging in both the real and cyber worlds. 



 
Side Events :
Jumat, 26 Juli 2018, pukul 10.00 – 12.00 WIB
Workshop Kreativitas (untuk siswa SMA)

Pendaftaran workshop melalui PSBK +62-821-4141-6252 & info@psbk.or.id

Sabtu, 4 Agustus 2018, pukul 15.00 – 17.00 WIB
Diskusi bersama Seniman RSR
 
Copyright © 2018 Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, All rights reserved.
You are receiving this email because you are our family :)

Our mailing address is:
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
Ds. Kembaran RT 04-05, Tamantirto, Kasihan
Bantul 55183
Indonesia