Saturday, April 21, 2018

pameran tunggal @rubseight : PROBLEMS

#GarduHouseGaleri mempersembahkan:
-
Pembukaan pameran tunggal @rubseight : PROBLEMS
Kurator: Budiman Setiawan
Minggu, 22 April 2018
16.20 WIB - selesai
di @garduhouse
(Jln. Ciputat Raya no.324 Kebayoran Lama, Jakarta Selatan)
-
Pembukaan pameran tunggal RUBSO akan di meriahkan Projeksi visual dari @tivitiviantv @trastrash
Dan juga iringan musik dari @pasukanmusang @dangerdope @paperpotrecords @abneraben @blessthemicyo
-
Ajak semua teman lo, sebarkan berita ini, dan jangan lupa bawa uang tambahan karena ada limited merchandise pameran yg bisa lo dapetin langsung di @garduhouseshop
Ayo berkumpul !!!
-
Pameran akan berlangsung dari tanggal 22 April s/d 6 Mei 2018
#garduhouse #gh324 #rubs8exhibition

#LS

THE WORLD OF ENTERTAINMENT: Solo Exhibition by Naufal Abshar

D Gallerie is proud to present

THE WORLD OF ENTERTAINMENT: Solo Exhibition by Naufal Abshar
27 April - 27 May 2018

Opening
Friday, 27 April 2018
7 PM

Host
Kenes Andari
Winda Malika Siregar
Rianti Catwright

Performance
by NDNR

Artist Talk
Saturday, 28 April 2018
3 PM

D Gallerie
Jalan Barito I No.3, Kebayoran Baru, Jakarta 12130
dgalleriejakarta@gmail.com
www.dgalleriejakarta.net

Naufal Abshar's works in this exhibition are about laughter, humor and jokes to talk about the socialites’ life. Though dressed in fashionably, the wide laughter figures in Naufal’s paintings are present in a grotesque manner. Their eyes are also empty, as if laughing unconsciously. The visualization signifies Naufal's criticism to socialites and their excessive desire to exist and thirst for entertainment at the same time so that they behave unreasonably. Looking at the ugly figures and reading the accompanying naughty jokes enables us to laugh at socialite world or the world of entertainment, a world we used to see on television screens. The increasing human need for entertainment today can be more fulfilled by communication devices and social media. The rapid advances in information technology also enable the socialites to be both producers and consumers of entertainment at once. Thus extend the world of entertainment to all circles, rather than owned by the socialites themselves. By staring at the laughing figures who consume entertainment in Naufal paintings we are actually laughing at ourselves.

Naufal Abshar (born in Bandung, 1993) lives and works in Jakarta. Naufal completed his study at Lasalle College of the Arts, Singapore and Goldsmith University of London. Naufal has participated in exhibitions in Singapore, Yogyakarta, Jakarta and Venice. The World of Entertainment is his first solo exhibition in Indonesia.

The exhibition is curated by Chabib Duta Hapsoro

Friday, April 20, 2018

Kriya di dalam Estetika Modern




Galeri Lorong mengundang Anda dalam program rutin kami:

CRAFTMANTALK #1
"Kriya di dalam Estetika Modern"
 
Pemantik:
Stanislaus Yangni
Karina Rima Melati
 
Moderator:
Arham Rahman

Waktu:
Sabtu, 28 April 2018
15.00-18.00 WIB

Tempat:
Galeri Lorong
Jl. Nitiprayan –Dusun Jeblok RT. 01, Dukuh 3, Tirtonirmolo, Kasihan Bantul



 
Bagaimana estetika ditempatkan di dalam estetika modern? Pertanyaan tersebut akan memantik kita untuk masuk pada obrolan panjang tentang berbagai persoalan yang berkelindan di sekitar medan seni kriya. Kriya yang terlanjur identik sebagai objek artistik yang semata fungsional dan/atau dekoratif, acap kali ditempatkan pada posisi yang subordinat di dalam dunia seni rupa. Tentu saja kita bisa menemukan aneka pendekatan yang lebih kontemporer, yang menghapus batasan klasik antara "seni" dan "kriya". Namun, pada kesempatan kali ini, kami bermaksud untuk kembali menilik secara kritis akar pemisahan antara seni dan kriya, baik secara paradigmatik maupun dalam ranah praktiknya–yang tempiasnya masih bisa kita rasakan hingga saat ini.

Untuk itu, kami mengundang dua orang pemantik yang akan mendedahkan tersebut di atas. Pemantik pertama, Stanislaus Yangni, akan memberikan terang gagasan perihal posisi kriya di dalam gagasan-gagasan estetika modern. Sementara pemantik yang kedua, Karina Rima Melati, akan membantu kita untuk mendedahkan soal perkembangan praktik kriya di Indonesia.




Pos-el:
galerilorong@gmail.com
Copyright © 2018
Galeri Lorong
All rights reserved.



Best Regards, Galeri Lorong www.galerilorong.com
--
------------------------------------------
Amir Sidharta
amir@sidharta-auctioneer.com
muph.curator@gmail.com
+628551001788
follow me on twitter: @senirupa

Friday, April 13, 2018

ENIGMA & REALITAS


 
UNDANGAN

Langgeng Art Foundation dan Equator Art Projects mempersembahkan:

Enigma & Realitas
Pameran Tunggal Harlen Kurniawan
Gallery 2 Langgeng Art Foundation
13 – 28 Aprli 2018
Opening: Jumat, 13 April 2019 Pkl: 19.00 WIB
Dibuka & Teks  Oleh : Heri Kris
Gallery Buka: Senin-Sabtu Pkl:  10 – 18
 
Enigma dan Realitas
  Salam seni budaya,
Enigma dan Realitas adalah dua kata untuk mengusung tema pameran tunggal Harlen Kurniawan di LAF, Langgeng Art Foundation Yogyakarta. Harlen Kurniawan yang masih aktif sebagai salah satu anggota Barbarados dimana kelompok ini didirikan sejak tahun 2009 dengan mengusung genre tertentu di dalam dunia seni rupa. Karya-karya mereka banyak muncul hasil dari saling bergesekan satu dengan yang lain sesama teman perupa dalam sebuah komunitas. Didalam komunitas Barbarados banyak muncul karya-karya yang liar dan spontan sebagai karakter kelompok. Karya kolaborasi antara seni rupa, sastra, dan pertunjukan sering dilakukan dalam kelompok tersebut. Namun dalam pameran saat ini Harlen berusaha muncul sendiri dengan menghadirkan beberapa lukisannya agar kelihatan utuh terapresiasi. Harlen Kurniawan lahir di Bukit Tinggi 19 Oktober 1982 dan menyelesaikan kuliah di ISI Yogyakarta tahun 2007. Sebagai pelukis masih tergolong muda dan dia banyak membangun interaksi dengan sesama pelukis lainnya, sehingga pergulatan apresiasi dan kontestasi tak terhindarkan yang pada akhirnya mereka saling mengalirkan influence satu dengan lainnya. * Prolog Enigma & Realitas oleh Heri Kris
------
Membaca lukisan Harlen seperti membaca puisi, Harlen secara cerdik mengolah imaji dalam bentuk, kata, warna tentang gerak-gerik, kegelisahan, dan kebebasan. Bagaimana jiwa Harlen yang kritis dan meledak-ledak diungkapkan dalam wujud permainan komposisi antara yang  dinamis dan sepi. Pada pameran tunggal kali ini Harlen mengungkapkan kompleksitas sebuah pemikiran sekaligus permainan kontradiksi yang menggelisahkan.
Langgeng Art Foundation & Equator Art Project kali ini mempersembahkan  pameran tunggal Harlen Kurniawan, dengan tajuk Enigma dan Realitas. Harlen mempersembahkan 16 lukisan, dimana tahun pembuatannya terentang dari tahun 2012 sampai 2018, dimana karya terbaru di tahun 2018 menjadi dominasi dalam pameran kali ini. Mengutip kutipan Harlen di tahun 2012 '  "…ilmu pengetahuan itu lahir dari imajinasi" kini, pada tahun 2018, Harlen yang liar bertumbuh menata ilmu pengetahuan dengan imaji Harlen. Keliaran yang berpijak, mengajak kita memasuki sebuah imaji mengenai krtitik yang puitik. (Citra Pratiwi)
 


INVITATION

LANGGENG ART FOUNDATION AND EQUATOR ART PROJECTS present:

Enigma & Reality

Harlen Kurniawan Solo Exhibition
Gallery 2 Langgeng Art Foundation
13 - 28 Aprli 2018
Opening: Friday, April 13, 2019 at 7pm
Opened & Text By: Heri Kris
Gallery Open : Monday – Saturday 10 AM – 6 PM
 
 
Enigma and Reality
 
 Greetings in art and culture,
,
               Enigma and Reality are two words to carry theme of Harlen Kurniawan's solo exhibition at LAF, Langgeng Art Foundation Yogyakarta.  Harlen Kurniawan, who  active as a member of Barbarados, the group was founded in 2009, carrying a certain genre in the world of fine arts. Their works appear as a result of interaction between each other's fellow artists in a community. In the Barbarados community there are many wild and spontaneous works as group characters. Collaborative works between art, literature, and performances are often conducted. But in this current exhibition, Harlen tried to appear alone by presenting some of his paintings to look intact appreciated. Harlen Kurniawan, was born in Bukit Tinggi October 19, 1982 and finished his study at ISI Yogyakarta in 2007. As a painter who is still relatively young, he built a lot of interaction with other fellow painters, so the struggle of appreciation and contestation it self is inevitable, and in the end, they are influencing one another. *Prolog Enigma & Realitas by Heri Kris
 
               Reading Harlen's paintings is like reading poetry, Harlen cleverly cultivates images in shapes, words, colors about gestures, anxieties, and freedoms. How Harlen's critical and explosive soul is expressed in the form of a dynamic and lonely by playing the composition. In this solo exhibition, Harlen reveals the complexity of a thought as well as a disturbing game of contradiction
.
               Langgeng Art Foundation & Equator Art Project presents Enigma & Reality, a solo exhibition by Harlen Kurniawan.  Harlen presents 16 paintings, where the year of made stretches from 2012 to 2018. The curent work in 2018 becomes dominance in this exhibition. Citing Harlen's quote in 2012 '"... the science was born from the imagination" now, in 2018, the wild Harlen grew to organize science with Harlen's image. The wandering ground, invites us to enter the painting of poetic criticism. (Citra Pratiwi)


CP: Nila (WA Only +6282211773534)
 

 This event is presented by:
Equator Art Projects | Langgeng Art Foundation
 
 
See more about us on
Facebook: Langgeng Art Foundation / Laf Yogyakarta
Twitter: @LAF_Jogja
Instagram: langgengartfoundation
www.langgengfoundation.org







The Primacy of Seeing | a group exhibition | April 13 - May 13, 2018 | Semarang Gallery

The Primacy of Seeing | a group exhibition | April 13 - May 13, 2018 | Semarang Gallery
To:


Inline image




Semarang Gallery
Jl. Taman Srigunting No. 5-6
Semarang 50174 - Indonesia
T. +62 24 355 2099  F. +62 24 355 2199
galeri_semarang@yahoo.com
www.galerisemarang.com


Pameran Fotografi “Selamat Datang di Duniaku”




https://www.facebook.com/events/161409811354877/

View this email in your browser

 

https://www.facebook.com/events/161409811354877/
 
Sekolah Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) SPECTRUM bekerja sama dengan Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA) mempersembahkan:

Pameran Fotografi "SELAMAT DATANG DI DUNIAKU"
karya siswa Sekolah ABK SPECTRUM

Pembukaan:

Kamis, 12 April 2018 Pukul 19.00 WIB
oleh:
Meidyatama Suryodiningrat (DIRUT Kantor Berita Antara)
Ferina Widodo &
Farhan (Presenter)

Galeri Foto Jurnalistik Antara (GFJA)
Jl. Antara 59, Pasar baru
Jakarta Pusat 10710
T/F: 021-3458771
Instagram: @gfja @workshopgfja Sekolah Spectrum
http://spectrum-specialneedchild.com

didahului,
Diskusi: "FOTOGRAFI SEBAGAI MEDIA EKSPRESI BAGI ABK"
Pk.15.00
Pembicara:
Oscar Motuloh (Kurator GFJA)
Tisna Chandra
Moderator:
Arief Adityawan

Dimeriahkan oleh:
Spectrum Band
Next Journey Band

Pameran Berlangsung :
12 - 22 April 2018

Acara GRATIS/Terbuka untuk umum.
Copyright © 2018 Galeri Foto Jurnalistik Antara, All rights reserved.


Our mailing address is:


Jagongan Wagen edisi April 2018


Jagongan Wagen edisi April 2018
"PERTEMUAN KITA"
 
Pada Jagongan Wagen edisi April, Padepokan Seni bagong Kussudiardja (PSBK) menghadirkan pertunjukan kolaborasi oleh Seniman Pasca-terampil (SPt) 2018. Seniman Pasca-terampil merupakan platform residensi untuk seniman dari berbagai latar belakang disiplin seni selama 10 bulan di PSBK, dengan fasilitasi belajar dan praktik kolaborasi untuk pengembangan kapasitas diri.
 
"Pertemuan Kita" adalah gambaran peristiwa baru, respon yang dihadirkan para seniman pada cerpen berjudul "Wow! Ini Jadinya Jika Pria Menyembunyikan Kata Cinta Sendiri di Dunia" karya penulis muda asal Yogyakarta, Risda Nur Widia.
 
Sinopsis Pertemuan Kita
Menyisipkan perasaan untuk orang lain melalui benda atau tindakan adalah hal yang sudah biasa dilakukan. Namun demikian, ketika pertemuan langsung mulai tergantikan oleh media digital, hal itu sedikit banyak memengaruhi cara kita menunjukkan rasa 'suka sekali' dan harapan atas kerinduan berelasi. Lingkungan turut membentuk pemahaman kita terhadap konsep cinta pada berbagai sendi kehidupan. Oleh para seniman, definisi verbal dan laku cinta dipertemukan dan membuat rumusan-rumusan kecil atas pemaknaan sebuah kata yang sering kita manifestasikan lewat praktik, tetapi bisa jadi jarang kita lisankan, cinta.
 
Seniman-seniman yang terlibat dalam proses kolaborasi ini adalah :
  1. Muhammad Tahta Gilang Anfasya Nasution (Rupa)
  2. Regina Gandes Mutiary (Musik & teater)
  3. Rofa Dzulfikri Bulopa (Rupa)
  4. Sri Kasih Hasibuan (Teater & Tari)
  5. Wijil Sinang Purba Waluya (Teater & Film)
 *****************************************
 
For the April 2018 edition of Jagongan Wagen performance platform, Padepokan Seni Bagong Kussudiardja (PSBK) is pleased to present collaborative performance by Seniman Pasca-terampil (SPt) 2018, SPT is PSBK's residency platform for artists with diverse disciplines to collaborate, investigate, and interpret their artistic capacities development.
 
"Pertemuan Kita" (Our Encounter) is a response, a new imagined incident, presented by artists based on the short story entitled Wow! Ini Jadinya Jika Pria Menyembunyikan Kata Cinta Sendiri di Dunia (Wow! This is if a Man Hide His Word of Love in this World) written by a young writer, Risda Nur Widia.
 
Synopsis
Put in feelings trough object or action for others is a common communication practice. However, when direct interaction started being replaced by digital media, it influences our expressions of love and our longing on relationship. It also influences our understanding to the concept of Love itself, in various layers of our life. These artists bring the verbal definition and the act of love in an imagined discussion and make simple formula to sense the word of love,  the word that often manifested through practice but rarely spoken.

The artists in this colaboration are:
  1. Muhammad Tahta Gilang Anfasya Nasution (Visual Arts)
  2. Regina Gandes Mutiary (Music & Theatre)
  3. Rofa Dzulfikri Bulopa (Visual Arts)
  4. Sri Kasih Hasibuan (Theatre & Dance)
  5. Wijil Sinang Purba Waluya (Theatre & Film)

 *****************************************

Acara selanjutnya di PSBK :

27-29 April 2018
CERITA ANAK (CHILD'S STORY)
oleh Papermoon Puppet Theatre (Indonesia) & Polyglot Theatre (Australia)
 
7 Mei - 30 Juni 2018
Pameran Seni Rupa
SIRKUIT: Ahli Waris Etape Satu

(Karya seni rupa : Bagong Kussudiardja, Butet Kartaredjasa, Djaduk Ferianto, Otok Bima Sidharta, Doni Maulistya)
Senin, 7 Mei 2018, 19.00 WIB: Pembukaan Pameran

12 Mei 2018
Jagongan Wagen edisi Mei
Peraih Hibah Seni Pertunjukan PSBK 2018 : Teater Kunbalagu (Jember)
"Wedhung Pace"
Copyright © 2018 Padepokan Seni Bagong Kussudiardja, All rights reserved.

Our mailing address is:
Padepokan Seni Bagong Kussudiardja
Ds. Kembaran RT 04-05, Tamantirto, Kasihan
Bantul 55183
Indonesia