Saturday, August 29, 2015

Jakarta | Minggu, 30 Agustus 2015,15:00 WIB | Diskusi dan Pemutaran Film "Dari Tarakan sampai Rijswijk"



https://www.facebook.com/events/870645803017028/

View this email in your browser

 

https://www.facebook.com/events/870645803017028/

Merayakan kemajemukan pada peringatan HUT ke-70 RI 
Kantor Berita Antara bekerjasama dengan Museum Bronbeek Belanda serta didukung Yayasan Bung Karno
mengundang Anda untuk menghadiri:
 
Temu wicara:
Minggu, 30 Agustus 2015,15:00 WIB
Bersama:

Rusdhy Hoesein (sejarawan, tim riset detik2 proklamasi Yayasan Bung Karno)
Moderator: Dyah Sulistyorini (Kantor Berita Antara)
Acara akan diawali dengan pemutaran film "Dari Tarakan sampai Rijswijk" (kompilasi 40menit) 


Galeri Foto Jurnalistik Antara
Jl.Antara 59,Pasar Baru ,Jakarta 10710
T/F:021-3458771www.gfja.org


Acara Gratis/Terbuka untuk umum

Didukung oleh:

Yayasan Bung Karno
IPC -Emerging Trade Emerging Indonesia 
House of Sampoerna
Harapan Prima-Offset Printing
Paperina-fancy papers for creative people
Persatuan Filateli Indonesia
Leica Store Indonesia
Globe-Digital Imaging
Garuda Indonesia-The Airline of Indonesia
Citilink
Manticore Studio
MAEN Foundation
Masyarakat Fotografi Indonesia
Smartfren
VSEE 
Blues4Freedom
Neo Journalism Club
Copyright © 2015 Galeri Foto Jurnalistik Antara, All rights reserved.
Anda menerima email ini karena terdaftar pada buku kunjungan tamu di pameran kami atau rekomendasi dari sahabat GFJA. Anda memiliki opsi untuk tidak menerima email ini di kemudian hari dengan memilih tautan unsubscribe dibawah ini.

Our mailing address is:
Galeri Foto Jurnalistik Antara
Jalan Antara no.59
Pasar Baru
Jakarta 10710
Indonesia

Add us to your address book


unsubscribe from this list    update subscription preferences 

Email Marketing Powered by MailChimp

Friday, August 28, 2015

[INVITATION] RECOLLECTING MEMORY: ITINERANT PHOTOGRAPHERS | Photography Project Presentation by Dito Yuwono | 30 August 2015






RURU Gallery mempersembahkan:

RECOLLECTING MEMORY: TUKANG FOTO KELILING
Presentasi Proyek Fotografi Dito Yuwono

Kurator: Leonhard Bartolomeus

Diskusi:
Minggu, 30 Agustus 2015 | 19.00 wib – 20.00

Pembukaan:
Minggu, 30 Agustus 2015 | 20.00 wib – 22.00

Pertunjukkan Musik:
Udasjam

Pameran:
31 Agustus – 10 September (kecuali Minggu)
11.00 – 21.00 wib

di RURU Gallery
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6
Jakarta Selatan 12820

***
Dito Yuwono akan menampilkan presentasi artistiknya setelah satu bulan melakukan riset atas praktek fotografer keliling di Monumen Nasional (Monas). Dalam proses penelitian tersebut, ia menemukan beberapa hal yang mempengaruhi keberadaan fotografer tersebut sebagai salah satu elemen yang ada dalam kaitan dengan industri turisme. Proyek ini merupakan kelanjutan dari kerja penelitian serupa yang ia lakukan di Kaliurang, Yogyakarta. Kala itu, ia mengumpulkan lembaran-lembaran polaroid milik salah satu fotografer dan menghadirkannya kembali sebagai upaya untuk membaca kembali jejak mereka di Kaliurang.
Proyek ini merupakan salah satu usaha yang cukup menarik untuk diperhatikan, terutama dalam memahami fotografi sebagai sebuah hal yang punya kaitan penting dengan elemen sosial lain. Dito, yang juga anggota dari kelompok fotografi kontemporer Yogyakarta—Ruang MES56, mencoba menemukan hal-hal lain di dalam fotografi yang bukan sekedar teknis. Recollecting Memory: Tukang Foto Keliling akan menampilkan usaha Dito dalam membaca perilaku manusia dalam kaitannya dengan fotografi. Ia menempatkan dirinya sebagai pengamat situasi yang mempengaruhi praktek kerja fotografer di Monas. Apa saja hal yang kini mempengaruhi praktek mereka? Bagaimana hubungannya dengan birokrasi resmi pemerintah?

***
Gratis!

W: ruangrupa.org | t: @ruangrupa | f: ruangrupa | e: info@ruangrupa.org          




RURU Gallery present:

RECOLLECTING MEMORY: ITINERANT PHOTOGRAPHERS
Photography Project Presentation by Dito Yuwono

Curator: Leonhard Bartolomeus

Artist Talk:
Sunday, 30 August 2015 | 19.00 – 20.00

Opening:
Sunday, 30 August 2015 | 20.00 – 22.00

Live DJ:
Udasjam

Exhibition:
31 August – 10 September (close on Sunday)
11.00 – 21.00

At RURU Gallery
Jl. Tebet Timur Dalam Raya No. 6
Jakarta Selatan 12820

***
Dito Yuwono will showcase its artistic presentation after a month doing research over the practice of itinerant photographer at the Monumen Nasional (Monas). In the research process, he found out some things that affect the existence of such photographers as one element that exists in relation to the tourism industry. This project is a continuation of similar research work he did in Kaliurang, Yogyakarta. At that time, he gathered the sheets of polaroid belongs to one of the photographers and host it back as an attempt to re-read their tracks in Kaliurang.
This project is one of the efforts that are interesting enough to be noticed, especially in understanding photography as a thing that had an important relationship with other social elements. Dito, who is also a member of a group of Yogyakarta contemporary photography — Ruang MES56, try to find other things in photography that are not merely technical. Recollecting Memory: Itinerant Photographers will feature Dito's perspective in reading of human behavior in relation to photography. He established himself as an observer of situations that affect the working practices of the photographer in the monument. What are the things that now affects their practice? How to do with official government bureaucracy?

***                                          
Free!

W: ruangrupa.org | t: @ruangrupa | f: ruangrupa | e: info@ruangrupa.org 





    ruangrupa
    Tebet Timur Dalam Raya No.6
    Jakarta Selatan 12820
    Telp/Fax: +6221 8304220
    E-mail: info@ruangrupa.org

**


#BAJ2015 | Bazaar Art Jakarta 2015 feat. Arkiv Vilmansa, Agan Harahap, Hendra HeHe Harsono, Mohammad Taufiq




 
Exhibition No Images? Click here
viviyipartroom.com
 

Exhibition:

Bazaar Art Jakarta 2015

Tweet Button Facebook Like Button

 
Bazaar Art Jakarta 2015

Bazaar Art Jakarta 2015 feat.
Arkiv Vilmansa, Agan Harahap, Hendra HeHe Harsono, Mohammad Taufiq

DATE: 27-30 August 2015

VENUE
Booth A1 CIArt a collaboration
with Elements Artspace Singapore

Ballroom The Ritz-Carlton Jakarta Pacific Place
Sudirman Central Business District (SCBD)
Jalan Jenderal Sudirman No.52-53
Jakarta 12190
Indonesia

 
 

Tracing Origin

Tracing Origin

Arkiv Vilmansa

 
 
 

Concept Tracing Origin Arkiv Vilmansa

MERUNUT ASAL

Oleh Rifandy Priatna
"Merunut Asal" adalah sebuah pengembangan gagasan sertaeksplorasi medium seni yang berasal dari pengalaman personal Arkiv Vilmansa. Selama hampir ... (read more)

 
 
 

And Justice For All:
Katy Perry and Paris

Katy Perry and Paris

Agan Harahap

 
 

Gunung Batu dan Tukang Dagang

Gunung Batu dan Tukang Dagang

Hendra "HeHe" Harsono

 
 

Paradise Lost

Paradise Lost

Mohammad Taufiq

 
 
Like
Tweet
Forward
 
vivi yip art room
Jl. Mertilang XVI Blok KC4 No.7
Bintaro Sektor 9, Tangerang
Indonesia 15229

Opening Hours:
11 AM – 7 PM
Except Sunday and Public Holiday
Enquiries:
+62 21 7900 480
email: vivi@viviyipartroom.com
www.viviyipartroom.com

© 2014, Vivi Yip Art Room. All rights reserved.

Jakarta | Jumat 11 Sep 2015 | DKJ CHOREO LAB : PROCESS-IN-PROGRESS #2




 

KOMITE TARI DEWAN KESENIAN JAKARTA

Mempersembahkan

 

DKJ Choreo - Lab : Process-in-Progress #2

 

Mengangkat tiga karya terbaik dari koreografer terpilih :

 

1. Ari Ersandi (Yogyakarta)

   Judul Karya : PINTU MeNUSIa

 

2. Gintar Pramana Ginting (Jakarta)

    Judul Karya : Ndemi Ku Kita

 

3. Moh. Hariyanto (Surabaya)

    Judul Karya : GHULUR

 

 

Saksikan :

Jum'at, 11 September 2015

19.30 WIB

Teater Kecil, Taman Ismail Marzuki

Jl. Cikini Raya No. 73, Jakarta Pusat

 

 

TIKET GRATIS
Silahkan Reservasi Ke : Deddy 081281147618

 

 

DKJ Choreo-Lab diadakan untuk memetakan potensi koreografer muda di Indonesia dan menjadi platform dalam menelaah dan mengkritisipraktik koreografi masing-masingnya. Format 'laboratorium' yang dipilih DKJ memperlihatkan proses sebagai fokus utama, bukan produk akhir. Bagaimana koreografi dicipta dan dihadapkan pada konteks global adalah bagian penting dari proses penciptaan tari. Kreativitas ini melibatkan proses berpikir kritis yang dialektis – elemen penting yang cenderung hilang dalam praktik seni tari kontemporer Indonesia di tahun-tahun terakhir ini.

DKJ meminta Zen Hae, Penulis menjadi teman diskusi Gintar Prmana Ginting (Ndemi Ku Kita) danMuh Nur Qomaruddin, Aktor Teater Garasiuntuk Ari Ersandi (PINTU MeNUSIa). Program ini juga melibatkan Lawe Samagha sebagai konsultan musik untuk Ari Ersandi (PINTU MeNUSIa) dan sebagai pemusik untuk Moh. Hariyanto (GHULUR).

 

 

 

 


Wednesday, August 26, 2015

[Undangan] Pembukaan Pameran Agung Prabowo "unguarded guards", 3 Sept 2015 | 19.00 wib di Jogja Contemporary dan "we went wild", 5 Sept 2015| 19.00 wib di Krack! Studio




unguarded guards

Jogja Contemporary

pembukaan: Kamis, 3 September 2015, 19.00 wib

artist talk: Jumat 4 September 2015,

16.00 wib


we went wild

Krack! Studio

pembukaan: Sabtu, 5 September 2015, 20.00 wib

papermaking workshop: Sabtu 12 September 2015, 15.00 wib

Kurator:  Roy Voragen
Jogja Contemporary dan Krack Studio berkolaborasi untuk memamerkan karya-karya baru Agugn Prabowo (Bandung, Indonesia, 1985; agugn.tmblr.com). Dia lulus pada tahun 2010 dari Institut Teknologi Bandung, jurusan seni grafis. Sekarang, ia dikenal sebagai seniman yang mendayagunakan teknik seni grafis Linocut.
Pada karya sebelumnya, Agugn mengeksplorasi gagasan ambigu tentang ketakutan; ambiguitas pada ketakutan berkisar pada masalah bahwa ketakutan, yang umumnya tidak diinginkan, dapat memiliki konsekuensi yang tak terduga namun pada akhirnya layak. Ulikan berkarya yang baru ini, memperluas konsep dan berpusat pada gagasan tentang bagaimana perlindungan (terhadap ketakutan) sebenarnya adalah paradoks. Seniman ini baru saja menjadi seorang ayah, dua tahun lalu, dan situasi ini memberi cahaya baru pada hidup dan prioritas hidupnya. Dia ingin melindungi bayinya – yang kemudian dinamai Lino Apta - dan membuatnya tetap aman dari bahaya, bagaimanapun, dia tahu, dalam antisipasinya sambil tetap cemas, bahwa perlindungan (terhadap ketakutan)pun memiliki batas-batas, jadinya paradoks ...
Dalam pameran tunggal "unguarded guard" di Jogja Kontemporer, ia menunjukkan serangkaian karya baru menggunakan teknik Linocut, Photolithography dan kombinasi keduanya. Semua karya dicetak pada kertas buatan tangan. Dan di pameran tunggalnya "We Went Wild" di Krack Studio, ia menunjukkan sebuah buku buatan tangan seniman (ada 10 edisi, juga tersedia dalam versi cetakan digital, dan setiap halaman berbingkai juga. Ini adalah hasil kolaborasi dengan anaknya, menggunakan Linocut dan teknik letterpress.
---
Jogja Contemporary and Krack Studio collaborate to show new works by Agugn Prabowo (Bandung, Indonesia, 1985; agugn.tmblr.com). He graduated in 2010 from the Institute of Technology Bandung's art school, where he studied at the printmaking studio. Today, he is well known for his art utilizing the printmaking technique linocut.
In his previous artworks, the artist explored the ambiguous notion of fear; the ambiguity of fear revolves around the issue that fear, while generally unwanted, can have unexpected yet ultimately worthy consequences. The new body of work expands on this concept and centers on the idea of how paradoxical protection actually is. The artist became a father two years ago and fatherhood shed new light on his life and life's priorities. He wants to protect the infant – named Lino Apta – and keep him safe from harm, however, he knows, in anxious anticipation, that protection has its limits, hence the paradox…
In his solo exhibition unguarded guards at Jogja Contemporary, he shows a new series of works using linocut, photolithography and a combination of the two techniques, printed on hand-made paper. And in his solo exhibition We Went Wild at Krack Studio, he shows a hand-made artist book (in an edition of 10, also available as a digital offset print version, and each page framed as well), which is a collaboration with his child, using linocut and letterpress techniques.

Jogja Contemporary
Kompleks Jogja National Museum
Jl. Prof. Ki Amri Yahya no. 1
Gampingan
Yogyakarta 55167
+62 818260134

Krack! Studio
Jl.D.I. Pandjaitan
RT42/RW12
Mantrijeron, Minggiran
Yogyakarta 55141
                                                                 


--
____________________
Rismilliana Wijayanti
phone +62818260134

Exhibitions:

JP Soetardjo: MENJAWAB SEMUA PERTANYAAN
Pius Sigit Kuncoro
13 - 27 Agustus 2015

"unguarded guards"
Agugn Prabowo
2-23 September 2015

Mailing Address:
Kompleks Jogja National Museum
Jl. Prof Ki Amri Yahya no 1, Gampingan
Yogyakarta 55167
Indonesia

Open: Monday - Saturday 10.00 - 17.00








ANAK-ANAK IN SITU: ABDULLAH | proyek & performans oleh ila (Shahila Baharom) | 5 – 13 September 2015


Platform3 dengan bangga mempersembahkan bagian dari IN SITU Artist-In-Residence Program:
>
>
>
>  
>
> ANAK-ANAK ABDULLAH
> proyek & performans oleh ila (Shahila Baharom)
> 5 – 13 September 2015
>
> Pembukaan:
> 5 September 2015
> 18.30 - selesai
>
>
>
> Platform3 dengan bangga mempersembahkan proyek seni dari ila (Shahila Baharom), Anak-Anak Abdullah, yang akan dibuka dengan performans oleh ila pada tanggal 5 September 2015 pk.18.30 dan berlangsung hingga hingga tanggal 13 September 2015. ila adalah perupa asal Singapura yang telah mengikuti program Residensi In Situ AIR 2015 selama bulan Agustus 2015.
>
>  
>
> Pada kesempatan ini, ila mengeksplorasi keterkaitan identitas anak di luar nikah dan lingkungannya. Di Singapura, tempat ila tinggal, seorang muslim yang lahir di luar nikah secara otomatis akan mendapat nama keluarga Abdullah, seakan langsung menjadi sebuah identitas yang melekat selama hidupnya. Mitos "Anak-Anak Abdullah" ini menjadi tema besar rangkaian risetnya untuk mencari tahu bagaimana stigma dan norma sosial melingkupi fenomena sosial ini. Bagi ila, kelahiran di luar nikah memiliki stigma sosial yang dapat membentuk permasalahan identitas yang kompleks bagi orang yang mengalaminya. Tertarik dan mendalami permasalahan bahasa, ila menemukan bahwa kesulitan seseorang tanpa figur ayah menjelaskan latar belakang keluarga dan asal usul (lineage) akan menciptakan celah dalam membentuk dan memahami identitasnya.
>
>  
>
> ila secara sengaja memanfaatkan posisinya sebagai "orang luar" (outsider) untuk mendapatkan perspektif yang berbeda ketika mencari tahu mengenai fenomena anak di luar nikah dan bagaimana penerimaannya di masyarakat. Selama di Bandung, ila meraba-raba dengan menyusuri panti asuhan, NGO, pasar loak, berbincang-bincang dengan orang yang ia temui secara acak - untuk mengumpulkan narasi mengenai orang-orang tanpa figur ayah. Narasi-narasi yang terkumpul secara organik dari pertemuannya dengan orang-orang selama di Bandung, melahirkan serangkaian karya yang berangkat dari eksplorasi ila dengan dengan found object, gerakan dan cahaya. ila mencoba menjahit sebuah narasi terbuka yang lahir dari interaksinya dengan kota Bandung beserta orang-orang di dalamnya dan bayangan akan identitas mereka.
>
>  
>
> Pameran ini gratis dan terbuka untuk umum.
>
> _________________
>
> ila (Shahila Baharom) banyak berkarya lewat media suara, proyeksi visual dan, performans serta mengeksplorasi cara-cara bernarasi di dalamnya. Berangkat dari eksplorasi personalnya akan kejanggalan dalam berkomunikasi, ila melakukan riset mengenai mengenai transfigurasi bahasa dan aspek-aspek yang mempengaruhinya. ila kerapkali melakukan kolaborasi, diantaranya dengan SA Collective, Gulayu Arkestra, The Observatory, Syv Bruzeau, MOE (Norwegia), Miriam Nash (Inggris), Patyatann (Mauritius) dan Blu Simon Wasem (Brazil). Karya-karyanya telah ditampilkan secara internasional, di antaranya di World Event Young Artist (Inggris), LitUp Festival (Singapura) dan Fixation Tour (Norwegia) bersama The Observatory and MOE. 
>
> _________________
>
> In Situ Artist-In-Residency (AIR) adalah program residensi seniman yang diinisiasi oleh Platform 3 pada tahun 2014. Insitu AIR di Platform 3 mengutamakan pengembangan tematik seniman melalui proses adaptasi, interaksi serta diskusi yang dilakukan selama masa residensi. Program ini bertujuan agar peserta dapat menghasilkan karya/proyek seni yang berbasis proses/bersifat temporer dengan memanfaatkan lokasi dan situasi sekitar Platform3 dan Bandung.
>
> _________________
>
> Informasi selanjutnya di sini
>
>
>
> PLATFORM 3
>
> Jl. Cigadung Raya Tengah no. 40 - Bandung 40191 West Java - Indonesia
>
> website | www.platform3bdg.org  
> fanpage | www.facebook.com/platform3bandung  
> twitter | @platform3_bdg 
> instagram | @platform3_bdg
>

Jakarta 28 Agustus 2015 | Angkutan by @OomLeo | RUCI

RUCI Art space cordially invites u to 

"ANGKUTAN" 
A solo exhibition & a self curated show by OOMLEO a.k.a Narpati Awangga 

OOMLEO is one of Indonesia's pioneer in pixel art. Images that are reminisce of the 8-bit Nintendo era will transport the audience to his childhood recollection of cars. Adding wit and mischievous interpretation to what could be a mundane childhood memory. We welcome you to explore into the mind of this fictional yet a real life persona to discover Narpati Awangga through OOMLEO.

Opening Reception 
Friday | 08.28.15
7PM - 11PM 

Exhibit 
08.28.15 - 09.27.15 
Tue - Sun | 11AM - 7PM 

Music by 
Goodnight Electric (DJ Set)
DJ Nixx 

RUCI Art Space 
Jl. Suryo #49 | Kebayoran Baru
Jakarta Selatan

The Museum of Modern Art | Thursday, Sept 10 - The Archival Impulse: Collecting and Conserving the Moving Image in Asia


View this email in your browser
 
The Archival Impulse
Collecting and Conserving the Moving Image in Asia



Thursday, September 10, 10AM - 1PM
The Museum of Modern Art
The Celeste Bartos Theater
The Lewis B. and Dorothy Cullman Education and Research Building
4 West 54 Street (between Fifth and Sixth avenues), New York, NY 10019


Organized by Asia Art Archive, Collaborative Cataloging Japan, and MoMA's C-MAP initiative, this three-panel event provides a forum to rethink and share the methods, philosophies, and challenges in archiving moving image and time-based media works in Asia.

DEVELOPING COLLECTIONS
Hiroko Tasaka (Tokyo Metropolitan Museum of Photography), Farah Wardani (National Gallery Singapore), Fang Lu (Video Bureau, Beijing and Guangzhou), and Stuart Comer (MoMA, New York) introduce collection strategies and compare archiving practice at their organizations in Japan, Singapore, China, and New York. The panel will explore the impetus behind the development of these collections, the urgencies to which they respond, and how they expand upon existing art historical narratives.

OPENING THE DIGITAL VAULT
David Smith (Asia Art Archive, Hong Kong), Sen Uesaki (Keio University Art Center, Tokyo), Alf Chang (ETAT Lab, Taipei), and Ben Fino-Radin (MoMA, New York) explore the transition from a static physical archive to a digital infrastructure that is open, nonlinear, web-like, and constantly evolving. As the modes of access continue to change, how do we effectively preserve moving image and time-based works in the digital age, and bring this material into a rhizomatic network of knowledge?

TRANSFORMING HISTORIES
Go Hirasawa (Meiji Gakuin University, Tokyo), Mariam Ghani (Artist, New York), Huang Chien-hung (Taipei National University of Arts), and Jane DeBevoise (Asia Art Archive, Hong Kong and New York) discuss research projects that develop out of archival materials. Pointing to sources ranging from personal archives to commercial and state-sponsored media production, these projects attempt to expand and nuance ways of thinking about history, politics, and collective memory.


Admission is free with your RSVP. However, space is limited and seating will be offered on a first-come, first-served basis. Please arrive early to be guaranteed a seat.
RSVPcontact_c-map@moma.org

 

Image caption: Mariam Ghani. Still from What we left unfinished. In progress. Research project, installations, and feature film. Shown: discarded scraps from the feature film Gunah (1979), and newsreel (1978). Courtesy of the artist.


Asia Art Archive collects, preserves, and makes information on contemporary art of Asia easily accessible in order to facilitate understanding and research in the field.

Collaborative Cataloging Japan supports preservation and archival initiatives for Japanese postwar moving image works.

MoMA's Contemporary and Modern Art Perspectives (C-MAP) is the Museum's cross-departmental research program on art in the global age, which currently focuses on Asia, Latin America, and Central and Eastern Europe.



Copyright © 2015 Asia Art Archive in America, All rights reserved.
You are receiving this email because you're subscribed to the newsletter of Asia Art Archive in America.

Our mailing address is:
Asia Art Archive in America
43 Remsen Street
Brooklyn, NY 11201

Add us to your address book

unsubscribe from this list    update subscription preferences

Email Marketing Powered by MailChimp



--
Farah Wardani
Cell/whatsapp: +6281908712900
Twitter: @farahwardani
Skype: farahwardani