Friday, May 26, 2017

Last Weekend of May Program! Don't Miss 500 Days of Summer, Galih dan Ratna, French Animated Features, The Best of Times





Last Weekend of May Program! Don't Miss 500 Days of Summer, Galih dan Ratna, French Animated Features, The Best of Times


Click images for trailers 
Download Kinosaurus MAY 2017 Program
Download Kinosaurus MAY 2017 Program
Copyright © 2017 Kinosaurus Jakarta, All rights reserved.

Our mailing address is:
info@kinosaurusjakarta.com


Thursday, May 18, 2017

Sirkuit Bagong Kussudiardja

Padepokan Seni Bagong Kussudiardja mempersembahkan:

SIRKUIT BAGONG KUSSUDIARDJA;
Pameran Seni Rupa Bagong Kussudiardja
Kurator: Suwarno Wisetrotomo
Opening : Senin, 22 Mei 2017 Pkl 17:00 WIB
Dibuka oleh: Mr Sakti Wahyu Trenggono
Acara Jagongan Wagen
Pertunjukan Tari Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja dengan karya baru: Linier

Sebuah kesempatan untuk mengenal lebih dalam maestro Bagong Kussudiardja dari sudut rupa, seperti apakah?
Mari..
Pameran berlangsung sampai 18 Juni 2017
#art #exhibition #dance #bagongkussudiardja #jogja #jogjamedia  

@Regrann from @citra_pratiwi  -  Padepokan Seni Bagong Kussudiardja mempersembahkan:

SIRKUIT BAGONG KUSSUDIARDJA;
Pameran Seni Rupa Bagong Kussudiardja
Kurator: Suwarno Wisetrotomo
Opening : Senin, 22 Mei 2017 Pkl 17:00 WIB
Dibuka oleh: Mr Sakti Wahyu Trenggono
Acara Jagongan Wagen
Pertunjukan Tari Pusat Latihan Tari Bagong Kussudiardja dengan karya baru: Linier

Sebuah kesempatan untuk mengenal lebih dalam maestro Bagong Kussudiardja dari sudut rupa, seperti apakah?

Mari..
Pameran berlangsung sampai 18 Juni 2017
#art #exhibition #dance #bagongkussudiardja #jogja #jogjamedia  

Pop Via

Sejarah X Exhibition curated by Agan Harahap

Warung Music Minggu special '60s music

Special Dining Peranakan menu

C-A-S-T Project by Adelina Luft

Via-via
May 21, 2017
4-9 pm
Jl Prawirotaman 30
Yogyakarta

Wednesday, May 17, 2017

International Museum Day 2017: RRRec Fest at The Museum_18 Mei 2017


[UNDANGAN]



Inline image 1


Museum Nasional Indonesia dan RURU Corps

mempersembahkan:

 

RRREC FEST  AT THE MUSEUM

INTERNATIONAL MUSEUM DAY 2017

18 - 24 Mei 2017 at Museum Nasional Indonesia, Jakarta

 

MUSIC – ART EXHIBITION –FILM SCREENING 

WORKSHOP – TALKS – BAZAAR

 

 

Dalam rangka International Museum Day tahun ini, yang dirayakan komunitas museum di seluruh dunia pada 18 Mei, Museum Nasional Indonesia bekerjasama dengan RURU Corps –biro komunikasi visual yang didirikan oleh tiga organisasi seni berbasis di Jakarta: yaitu ruangrupa, Forum Lenteng, dan Serrum – turut serta memperingatinya dengan mengadakan festival seni "RRREC Fest at The Museum".

 

Kami ingin mengundang Ibu/Bapak sekalian dalam peresmian kegiatan sekaligus pembukaan pameran, yang akan diadakan pada:

 

Hari/Tgl:       Kamis, 18 Mei 2017

Jam:             16.00-20.00

Tempat:        Lobi Gedung B, Museum Nasional Indonesia

                     Jalan Medan Merdeka Barat, No.12, gambir, Jakarta Pusat

 

Besar harapan kami atas kehadiran Ibu/Bapak dalam kegiatan ini.

 

Untuk info program selama satu minggu ke depan silakan ikuti:

 

Twitter: rrrec_fest | @MuseumNasional

Instagram: rrrec_fest | @MuseumNasional

Facebook: RRRec Fest | MUSEUM NASIONAL INDONESIA

 

#rrrecfest #rrrecfestatthemuseum #internationalmuseumday

#museumnasional

#music #artexhibition #filmscreening #workshop #talks #bazaar #icom

 

***

Tentang International Museum Day

International Museum Day 2017 (IMD 2017) dirayakan dengan tujuan untuk menjadikan Museum sebagai alat untuk menciptakan masyarakat yang damai. Tema yang diangkat IMD 2017 adalah Museums and contested histories: Saying the unspeakable in museums (Museum dan sejarah yang dipertanyakan: Mengatakan yang tak bisa dibicarakan di museum)

Tema ini berfokus pada peran museum, yang,dengan bekerja untuk memberi manfaat bagi masyarakat, menjadi pusat untuk mempromosikan hubungan damai antar manusia. Ini juga menyoroti bagaimana penerimaan dari sebuah sejarah yang dipertanyakan adalah langkah pertama dalam membayangkan masa depan bersama di bawah bendera rekonsiliasi.

Dengan memilih tema mengatakan yang tak bisa dibicarakan di museum, tema IMD 2017 melihat bagaimana memahami aspek-aspek yang tidak dapat dipahami dari sejarah yang dipertanyakan yang melekat pada umat manusia. Ini juga mendorong museum untuk berperan aktif dalam membahas sejarah traumatis secara damai melalui mediasi dan berbagai sudut pandang.

Kami mengundang institusi budaya dari semua jenis di seluruh dunia untuk bergabung dalam perayaan ini, yang akan berfokus pada tautan yang memungkinkan adanya visi masa depan di atas dan melampaui hal-hal tabu dan untuk saling memahami satu sama lain.

Dewan Museum Internasional (ICOM) mendirikan Hari Museum Internasional pada tahun 1977 untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan peran museum dalam pengembangan masyarakat, dan perayaan tersebut terus mendapatkan momentumnya sejak saat itu. Pada tahun 2016, Hari Museum Internasional mengumpulkan partisipasi terbanyak yang memecahkan rekor partisipasi dengan dirayakan oleh lebih dari 35.000 museum yang menyelenggarakan acara di 145 negara.

 

***

Tentang RRREC Fest

RRREC Fest adalah festival musik alternatif yang bertujuan untuk memberikan kontribusi gagasan yang segar, inovatif dan inspiratif melalui rangkaian program terkonsep meliputi konser musik, pameran seni rupa, workshop, pemutaran film, diskusi dan bazaar seni. Festival ini ditujukan khususnya kepada generasi muda, pecinta musik, dan warga kota Jakarta pada umumnya.

 

Festival ini hadir sebagai sebuah pernyataan akan pentingnya semangat alternatif, tidak hanya dalam dunia musik tetapi juga dalam praktik kebudayaan lainnya. Semangat ini akan selalu membuka ruang bagi lahirnya berbagai penciptaan dengan gagasan segar, inovatif dan inspiratif. Kami memilih untuk mengadakan festival musik dengan kesadaran untuk membuat sebuah platform bagi terciptanya meeting point untuk saling berbagi.


Monday, May 15, 2017

Pameran: Mereka-reka #jogjartweek #artjog #senirupa #art #Indonesia #Yogya #Yogyakarta #Jogja




MEREKA-REKA:
MATERIAL SEBAGAI PESAN
 

Seniman:
Nindityo Adipurnomo
Zulfian Amrullah
Maharani Mancanagara
Adek Dimas Ajisaka
 
Kurator:
Arham Rahman

Durasi Pameran:
17 Mei-17 Juni 2017
 
 
Pameran ini berkepentingan untuk mengeksplorasi material-material yang biasanya akrab dalam craft, terutama material "alami" seperti kayu, daun, mendong, dll. Material-material tersebut menjadi pelatuk untuk membicarakan dan mengeksplorasi berbagai persoalan, entah itu sejarah, pendidikan, lingkungan, konsumsi dan persoalan sosial lainnya. Kepekaan dan kecakapan dalam mengolah material, batas-batas, serta kelenturan dari material-material itu sendiri juga menjadi isu pokok yang disoroti di dalam pameran ini.

Kami meyakini gagasan sebuah karya tidak berdiri di luar materialitasnya. Suatu material sudah membawa pesan tertentu atau mempunyai dimensi estetisnya sendiri, meskipun tidak bisa dibilang ia inheren atau ada pada dirinya sendiri—dalam arti kata, tafsiran atau pemaknaan orang atas watak material itu tetap historis. Orang memilih sebuah material karena ada himpunan makna yang dilekatkan secara sosial di dalamnya diandaikan bisa membantu untuk menghantarkan gagasan tertentu atau malah dirasa terhubung secara personal. Asumsinya, mengubah material yang digunakan, meskipun gambar bentuknya sama, akan mengandaikan pesan yang berbeda. Setidaknya lewat pameran ini kami berupaya kembali merefleksikan urgensi dari materialitas dalam seni.

Pameran ini mengundang empat orang seniman yang memang bekerja dengan material-material alami. Keempatnya punya metode, teknik, pendekatan, gaya dan imajinasi yang berbeda dalam memendang atau memperlakukan sebuah material. Tentu kami berharap ada dialog yang intens dan kritis dengan beranjak dari pembicaraan soal material dalam medan seni kiwari (kontemporer) Indonesia.

 
Informasi lebih lanjut hubungi:
Arham Rahman
085796914274
-------------------------------------------------------------------------------


Jadwal acara diskusi
Rabu, 24 Mei 2017
14.00 - 17.00 WIB

-------------------------------------------------------------------------------
Lorong adalah ruang aktivitas alternatif di Yogyakarta yang terdiri dari ruang galeri, warung, homestay, ruang pertemuan, dan stockroom. Ruang ini dikelola oleh sekelompok orang dari berbagai latar belakang disiplin, dan difungsikan sebagai jembatan serta penghubung berbagai bentuk aktivitas kreatif.


Galeri Lorong
Jl. Nitiprayan –Dusun Jeblok RT. 01, Dukuh 3, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul
(Tutup setiap Minggu & Senin)
Jam kerja: 10.00-17.00 WIB

Kontak surel:
galerilorong@gmail.com

Copyright © *2017 || GALERI LORONG*, All rights reserved.

Our mailing address is:
GALERI LORONG
Dusun Jeblok RT 01 Dukuh 3, Tirtonirmolo, Kasihan, Bantul, DI Yogyakarta


#artjog #senirupa #art #Indonesia #Yogya #Yogyakarta #Jogja 

Artist Talk: An artistic encounter on the street: between Indonesian & Italian Street Art with Farhan Siki, Cheko's art & 15 May 2017 h.3pm at IIC Jakarta


The Embassy of Italy and the Italian Cultural Institute, Jakarta

proudly present Artist Talk

 

An artistic encounter on the street:

between Indonesian & Italian Street Art

with

 

Farhan Siki

Cheko's art & Ania Kitlas

15 May 2017

3pm

IIC Auditorium

Jl. HOS Cokroaminoto 117, Menteng, Jakarta Pusat

 

R.S.V.P

Tel. 021 3927531-2, e-mail: eventi@itacultjkt.or.id

 


Satu Langkah Seribu Langkah Photography project by Akiq Aw

Satu Langkah Seribu Langkah
Photography project by Akiq Aw
Ark Galerie
20 May 2017, 16.00

Curated by Alia Swastika

#artjog #jogjartweek

Amok Tanah Jawa A project by Moelyono


Amok Tanah Jawa
A project by Moelyono
Langgeng Art Foundation
20 May 2017, 19.00

Curated by Alia Swastika

#artjog #jogjartweek

memperingati #InternationalMuseumDay tahun ini dengan menyelenggarakan #MuseumClinic dan #Museum #VisitorStudy Training

@musejak memperingati #InternationalMuseumDay tahun ini dengan menyelenggarakan #MuseumClinic dan #Museum #VisitorStudy Training. .

.
Tema #IMD2017 " tahun ini adalah "Museum and contested histories: Saying the unspeakable in museums", tema yang mendorong museum untuk bertanya, berdiskusi dan membahas topik topik yang tidak biasa.
.
Museum Clinic menyediakan konsultasi bagi para tenaga permuseuman dan museum untuk berdiskusi dan berkonsultasi gratis mengenai permasalahan museum. Sedangkan Museum Visitor Study Training menyediakan pelatihan studi pengunjung pertama yang pernah dilakukan di Indonesia. Tempat terbatas, jika anda berminat silahkan email museumsejarah@yahoo.com dan annissagultom@gmail.com untuk mengetahui lebih lanjut.


Lokasi : Museum Sejarah Jakarta

Tanggal : 18 -20 Mei

Museum Clinic di 18 Mei, 08.30 - 12.30 

Museum Visitor Study mulai 18 Mei 12.30


Acara di 18-20 Mei, artinya minggu ini! Bantu sebar yah, masih ada sisa beberapa spot.

diskusi panel dan peluncuran album: AKIBAT PERGAULAN BLUES

DISKUSI PANEL

Bahaya Komunis di Tanah Air yang Semangkin Kebangetan serta Amat Sangat Racun Edan Sekali bagi Kehidupan Berbangsa dan Berkeluarga.

Dengan pembicara:

Oomleo
Arie Dagienkz
Sir Dandy
Soleh Solihun
Abie Borneo

Dalam rangka peluncuran album:
AKIBAT PERGAULAN BLUES

oleh musikus partikelir muda berbakat
JASON RANTI

Borneo Beerhouse
Senin, tanggal 15, bulan Mei, tahun 2017, pukul 8 malam waktu Indonesia Jaya

Masuk free tanpa ditarik bayaran sepeserpun.

Sunday, May 14, 2017

Ecriture | Yogya | 18 Mei 2017

video

Para sahabat,

Kami mengundang anda ke Pembukaan pameran Nirwan Dewanto "Ecriture" di Yogyakarta, pada 18 Mei 2017 pukul 16:00 WIB.

Undangan & "teaser" pameran terlampir.

Kehadiran anda kami nantikan. Terima kasih.

Salam hangat,
Tim Ecriture & Nirwan Dewanto



Monday, May 8, 2017

Faux Utopia


Green Art Space cordially invites yout to attends the opening nights of :
FAUX UTOPIA - LIVING LAB VOL.1

"Living Lab is a platform that initiates and designed by Green Art Space in order to accommodate a cross-disciplinary collaboration and exploration work within difference maker lines. We are trying to elaborate on the findings and elements we have in interacting within concepts of utopian amenities which trying to activated at Greenhost as a living laboratory. Through the elements which we have, we are trying to invite a number of interdisciplinary artists and makers to respond and work interactively with the available alements. Hopefully, we can find redefinition of the alternative contexts that urban society seeking of today context
Curated by : Ignatia Nilu

Opening night : Wednesday, 10 May 2017 | 7 pm
Officiated by : Bpk. Paulus Mintarga
Music by : Oxymora

Artists
Abshar Pratista
Agan Harahap
Bakudapan
Bodhi IA
Eldwin Pradipta
Eri Rama
Fajar Riyanto
Gilang Fradika
Interakta
Nani Nur
Nurrachmat Widyasena
Prison Art Project | Paps
Rara Kuastra
Sabdacora
XXLAB

at Green Art Space - Greenhost Boutique Hotel
Prawirotaman II/629, Yogyakarta

Exhibition runs until 10 July 2017
Open daily 11 AM - 19 PM