Thursday, November 16, 2017

#RekreasiKeluarga FESTIVAL KELUARGA BERCERITA & KELUARGA BERKARYA

❄❄

#Rekreasi Keluarga
FESTIVAL KELUARGA BERCERITA & KELUARGA BERKARYA

■ Dongeng Bersama Keluarga
- Gladys Gwyneth Quincy & Natasha Annabella Quincy, cerita rakyat Jawa Tengah: Suwidak Loro
- Rena Hong - Mira Hong & Eni Surya, cerita rakyat Maluku: Hua Lo Puu
- M. Sultan Tufail & Riyanto, cerita rakyat Kei: Si Bungsu Katak
- Bintang Tanatimur & Mikke Susanto, kisah wayang kulit Gunungan.

■ Workshop Wayang GUNUNGAN
Melukis gunungan wayang karton. Peserta silakan bawa pensil warna atau crayon. (Wayang karton dan oil pastel disediakan panitia.), bersama Bintang Tanatimur & Mikke Susanto - Yogyakarta

■ Workshop KREASI JANUR
Janur dan peralatan lain disediakan. Pilih anak SD atau SMP yang sudah biasa pakai cutter atau gunting, bersama Ari Sigit - Solo

■ Workshop LUKIS PLASTIK
Utk SD kelas 5 - 6  dan SMP. Cat dan plastik mika disediakan. Peserta bawa kuas kecil dan spidol hitam permanen artline, bersama Iskandar - Yogyakarta

■ TEMPAT
Lantai 2
Perpustakaan Nasional Indonesia (PERPUSNAS)
Jl. Medan Merdeka Selatan No. 11 Jakarta.

■ Waktu
26 November 2017, pukul 10.00-16.00 WIB

■ Diselenggarakan oleh
Kelompok Pencinta Bacaan Anak( KPBA)
Kerja bersama TEMPO Media.

😀☝
Agenda ini gratis dan bebas langsung datang, daftar dulu untuk pilih jenis workshopnya. Tempat terbatas masing-masing workshop hanya untuk 75 saja. Workshop ini terbuka untuk siswa SD, SMP, Guru dan keluarga.

*Pendaftaran ke ☎ 02153664109*

■ Jadwal Acara :
👆Dongeng, jam 10.00-11.30
👆Melukis Wayang Gunungan, jam 11.30-13.00
👆Membuat Kreasi Janur, jam 13.30-14.30
👆Membuat Lukis Mika, jam 14.30-16.00

Sampai jumpa di lokasi

Saturday, November 11, 2017

MENTAH a solo exhibition of RAUL RENANDA

MENTAH
a solo exhibition of RAUL RENANDA

Opening reception:
Wednesday
15 November 2017
7pm

Officiated by
Mrs. ARINI SUBIANTO

Hosted by
Indra Leonardi
Anti

D Gallerie
Jalan Barito I No.3
Kebayoran Baru
Jakarta 12130

www.dgalleriejakarta.net
dgalleriejakarta@gmail.com

Looking forward to seeing you there

Friday, November 10, 2017

SELF EXPLANATORY artists Ines Katamso • Natisa Jones • Ykha Amelz



SELF EXPLANATORY

artists
Ines Katamso • Natisa Jones • Ykha Amelz

curator
Shila Ghaisani



OPENING EXHIBITION
Thursday, November 16th, 2017
At 7:00 pm
Dia.Lo.Gue Artspace
Jl. Kemang Selatan 99 A
Jakarta 12730

officiated by
Atilah Soeryadjaya



Is it a struggle to find your place in the world, or is it perhaps more of an internal battle to become comfortable with who you are?

Dia.Lo.Gue is delighted to present ‘Self Explanatory’, a group exhibition of Ines Katamso, Natisa Jones and Ykha Amelz. This exhibition presents a series of new works issuing from a succession of projections, conversations and distorted memories related to each artist's’ life experience. It is the process of examining of one’s own thoughts and feelings by the act of contemplation, examination and questioning the self.

Such approach is completely natural, while perhaps others live by them the moments and only start to ponder these questions until something changes their perspective. Even with support available, the act of self-discovery can be a lonely road, because it is a path each individuals have to walk alone. Through reflecting the works of the three contemporary artists, who are constantly exploring their inner selves through thought-provoking ways, this exhibition invites the audience to build emotional self-awareness, a necessity to the process of growth. The self is not something one finds; it is something one creates.



EXHIBITION PERIOD
November 16th - December 16th, 2017
9:30 am - 6:00 pm



Supported by @indoartnow @manualjakarta

#selfexplanatoryexhibition #dialogueartspace #ineskatamso #natisajones #ykhaamelz

Tuesday, November 7, 2017

pameran Friederich Silaban November 2017 di Galeri Nasional



Kami dari Pusat Dokumentasi Arsitektur ingin mengundang bpk/ibu/sdr/sdri untuk acara Pameran Friederich Silaban pada :


Tgl: 8 - 24 Novber 2017
    Tempat : Gd. D Galeri Nasional Indonesia
                 Jl. Medan Merdeka Timur No. 14 Gambir, 
                     Jakarta Pusat

Kami sangat mengharapkan kehadiran bpk/ibu/sdr/sdri sekiranya untuk bisa hadir di acara pameran tersebut.

Sebelum dan sesudahnya kami ucapkan terima kasih



--
Pusat Dokumentasi Arsitektur 
Telp.&Fax. : 021-8291932
email: pda.pusdokars@gmail.com

LACAK!!! Pameran Dokumentasi Maestro Basoeki Abdullah

Siaran Pers - 1 November 2017
(Mohon bantuan disebarluaskan)

GELAR DOKUMENTASI MAESTRO BASOEKI ABDULLAH

Museum Basoeki Abdullah Jakarta, pada yanggal 7-22 November 2017 akan menggelar pameran bertajuk “LACAK!!! Pameran Dokumentasi Maestro Basoeki Abdullah”. Dalam pameran ini, ditampilkan jejak jalan pedang Basoeki Abdullah selama berkarir sebagai pelukis. Jejak yang mengalir pada diri Basoeki Abdullah dapat dinilai sebagai sebuah manifestasi perjuangan kebangsaan yang selama ini dinisbikan oleh citranya yang kelewat negatif di mata sejumlah pengamat.

"Tindak-tanduk Basoeki Abdullah telah menjadi konsumsi media dan ditunggu-tunggu masyarakat," ungkap Hilmar Farid, Dirjen Kebudayaan yang akan membuka pameran ini pada 7 November 2017, jam 10.00 WIB mendatang. Tak terhitung berapa judul berita dari dalam dan luar negeri yang menceritakan sosok Basoeki Abdullah, mulai dari prestasinya hingga berita-berita miring mengenainya. Bahkan hingga akhir hidupnya Basoeki Abdullah pun tak lepas dari kontroversi. Nampaknya sepanjang hidupnya Basoeki Abdullah ditakdirkan tak akan pernah lepas dari perhatian media, ungkap Hilmar.

Menelusuri jejak jalan pedang sang maestro bukanlah hal mudah. Dibutuhkan tenaga dan waktu yang panjang, disertai kesabaran tinggi. Kerumitan dan kesulitan menjadi warna dalam pelacakan tersebut. Proses pelacakan telah berlangsung sejak beberapa tahun yang lalu, tidak hanya pada satu ruang, diperlukan pendekatan tersendiri pada sejumlah individu dan institusi.

Materi Pameran

Materi pameran yang dikurasi oleh Mikke Susanto ini dikumpulkan dari sejumlah pihak, diantaranya adalah koleksi dokumen Museum Basoeki Abdullah, lembaga Dicti Art Laboratory Yogyakarta, Dewan Kesenian Jakarta (DKJ), Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI), dan dua media massa yakni TEMPO dan KOMPAS.

Sejumlah arsip yang dipamerkan antara lain: surat pribadi, surat tagihan, undangan, katalog pameran, faksimile, laporan kekaryaan lukisannya, informasi pribadi dan pesan tertulis pelukis, catatan harian, fotografi, sampul majalah, kartu pos, poster, materi iklan produk, buku-buku, dan berita surat kabar(kliping).

Dokumen-dokumen tersebut dalam pameran ini disajikan dalam empat bagian. Pembagian ini berdasarkan dokumen yang didapatkan serta menjadi cerminan mewakili proses panjang karir Basoeki Abdullah sebagai maestro seni lukis, antara lain sub-kurasi: AKU, DAYA, RUPA, dan MASYHUR.

Bagi museum sendiri, gelaran yang didukung pula oleh Majalah Historia ini perlu sekali dilakukan, terutama untuk mencermati sejarah diri sang maestro. "Berbagai kisah-kisah tentang kehidupannya tersebut, baik kisah cinta, kedekatan dengan banyak wanita, isu negatif dan kesuksesannya tentunya membuat penasaran," kata Maeva Salmah, Kepala Museum Basoeki Abdullah yang beralamatkan di Jl. Keuangan Raya No. 19 Cipete Jakarta Selatan.

Untuk itu kami mengundang masyarakat untuk hadir. Selama pembukaan, pengunjung museum GRATIS. Hari-hari selanjutnya pengunjung membayar tiket masuk museum. ++++

Narahubung
Dian Ardianto
021 7698926

Sunday, November 5, 2017

Pidato Kebudayaan | DEWAN KESENIAN JAKARTA | #SuaraJernihDariCikini 10 November 2017


Dewan Kesenian Jakarta

mengundang dalam perhelatan:

​​

SUARA JERNIH DARI CIKINI

Pidato Kebudayaan 2017

 

NOSTALGIA MASA DEPAN MANUSIA

oleh Roby Muhamad

 

Pertunjukan Musik

A Fine Tuning Creation

Bina Vokalia Pranadjaja

 

Jumat, 10 November 2017

Pukul 19.30 WIB

Teater Jakarta, Taman Ismail Marzuki

Jalan Cikini Raya No.73 Jakarta

 

 

 Kami membuka reservasi  melalui tautan daring

 http://bit.ly/suarajernihdaricikini 


Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi

Saudari Saudari Anne / Mega di 021 31937639 / 0812 8815 2855

atau melalui email pidato.kebudayaan@gmail.com.


Mohon hadir 30 menit sebelum acara dimulai

*Acara ini terbuka bagi umum dan gratis


Atas perhatiannya, kami ucapkan terima kasih.

 

 

Salam hangat,

Panitia

Suara Jernih Dari Cikini

#PidatoKebudayaan2017



Friday, November 3, 2017

JIWA: Jakarta Biennale 2017


In the year of 2017, Jakarta Biennale Foundation organizes the 17th Jakarta Biennale entitled
JIWA: Jakarta Biennale 2017

Jakarta Biennale Foundation has appointed Melati Suryodarmo as its Artistic Director, with "Jiwa" as the artistic concept.  JIWA: Jakarta Biennale 2017 approaches changes in society by sharing a diversity of art forms and methods, intellectual and practical encounters, as well as educational propositions. 

In this 17th edition, the JIWA: Jakarta Biennale exhibition will be held in Gudang Sarinah Ekosistem with its performance art series, and it will also take place in Museum Sejarah Jakarta (Jakarta History Museum) and Museum Seni Rupa dan Keramik (Museum of Fine Arts and Ceramics) at Kota Tua (old city) area in the north of Jakarta. 



Artistic Director:
Melati Suryodarmo

Curators:
Annissa Gultom, Hendro Wiyanto, Philippe Pirotte, Vít Havránek

Artists: 

Abdi Karya (Indonesia)
Afrizal Malna (Indonesia)
Alastair MacLennan (UK)
Alexey Klyuykov, Vasil Artamonov & Dominik Forman (Czech Republic)
Ali Al-Fatlawi & Watiq Al-Ameri (Switzerland)
Aliansyah Caniago (Indonesia)
Arin Rungjang (Thailand)
Bissu (Indonesia)
Chiharu Shiota (Japan)
Choy Ka Fai (Singapore)
Dana Awartani (Arab Saudi)
Darlane Litaay (Indonesia)
David Gheron Tretiakoff (France)
Dineo Seshee Bopape (South Africa)
Dolorosa Sinaga (Indonesia)
Dwi Putro Mulyono (Pak Wi) (Indonesia)
Em'kal Eyongakpa (Cameroon)
Eva Kot'átková (Czech Republic)
Gabriela Golder (Argentina)
Gede Mahendra Yasa (Indonesia)
Garin Nugroho (Indonesia)
Hanafi (Indonesia)
Hendrawan Riyanto (Indonesia)
Hito Steyerl (Germany)
Ho Rui An (Singapore)
I Made Djirna (Indonesia)
I Wayan Sadra (Indonesia)
Imhathai Suwathanasilp (Thailand)
Jason Lim (Singapore)
Karrabing Film Collective (Australia)
Keisuke Takahashi (Japan)
Kiri Dalena (Philippines)
Luc Tuymans (Belgium)
Marintan Sirait (Indonesia)
Mathieu Abonnenc (France)
Ni Tanjung (Indonesia)
Nikhil Chopra (India)
Otty Widasari (Indonesia)
Pawel Althamer (Poland)
Pinaree Sanpitak (Thailand)
PM Toh (Indonesia)
Ratu Rizkitasari Saraswati (Indonesia)
Robert Zhao Renhui (Singapore)
Semsar Siahaan (Indonesia)
Shamow'el Rama Surya (Indonesia)
Siti Adiyati (Indonesia)
Ugo Untoro (Indonesia)
Willem de Rooij (The Netherlands)
Wukir Suryadi (Indonesia)
Ximena Cuevas (Mexico)
Yola Yulfianti (Indonesia)


Exhibition period:

5 November – 10 December 2017

Symposium:
13 and 14 November 2017
13.00 - 20.00 WIB
at IFI (Institut Français d'Indonésie),
Jl. M. H. Thamrin No. 20, Menteng, Jakarta Pusat 10350

Performance Series:
4 - 14 November 2017


Venues:
Gudang Sarinah Ekosistem
Jl. Pancoran Timur II No. 4, Jakarta Selatan 12780
Free Admission
Open Daily from 11 AM - 7 PM

Museum Sejarah Jakarta
(Jakarta History Museum)
Jl. Taman Fatahillah No. 1, Tamansari, Jakarta Barat 11110
Open Tuesday to Sunday from 9 AM - 3 PM

Museum Seni Rupa dan Keramik
(Museum of Fine Arts and Ceramics)
Jl. Pos Kota No. 2, Jakarta Barat 11110
Open Tuesday to Sunday from 9 AM - 3 PM

For further inquiries, please contact
info@jakartabiennale.net ; Indah Ariani at +62  819 1121 4459

Yayasan Jakarta Biennale
Gudang Sarinah Ekosistem, Jl. Pancoran Timur II No. 4, Jakarta Selatan 12780

web: http://jakartabiennale.net
email: info@jakartabiennale.net
IG: @jakartabiennale
Twitter: @jakartabiennale
Facebook: @jakartabiennale



Wednesday, November 1, 2017

LUKISAN TANPA TEORI Nashar • Oesman Effendi • Rusli • Zaini

Pameran Lukisan Koleksi Dewan Kesenian Jakarta
_____________________
LUKISAN TANPA TEORI
Nashar • Oesman Effendi • Rusli • Zaini
_____________________
Sebab lukisan pada dasarnya adalah polesan cat di atas kanvas, perlukah teori dalam melukis? Pertanyaan inilah yang diajukan dalam Pameran Lukisan Koleksi Dewan Kesenian Jakarta “Lukisan Tanpa Teori”, yang menghadirkan karya empat serangkai maestro pelukis Indonesia: Nashar, Oesman Effendi, Rusli dan Zaini, dari 1970-1978.

Enam belas lukisan yang dipilih di sini menjadi titik tolak untuk dihubungkan dengan gagasan-gagasan mengenai seni lukis yang pernah dikemukakan ke empat pelukis itu: lukisan yang berdasar pada rasa, irama alam, situasi jiwa dan bayangan kehidupan. Gagasan-gagasan itu merupakan bagian dari perdebatan alot pada era 70an—soal apa itu seni lukis Indonesia, yang hingga sampai sekarang pun belum dibakukan.

Pameran ini menawarkan penglihatan gaya melukis yang dilakukan keempatnya sebagai keindonesiaan yang dicari-cari itu, yang tanpa teori, yang berpaling dari seni lukis Barat ataupun motif tradisi Nusantara. Pameran ini pun juga menyadari dan ingin menelisik, apakah tanpa teori ini penyebab masalah “mengerti” dan “tidak mengerti” lukisan yang menjadi kegagapan kita dalam mengapresiasi lukisan abstrak yang naluriah ini? Itukah pula yang membuat seolah perkembangan seni lukis kita dituduh mandek, tanpa perlawanan -isme -isme yang baru?
_____________________
Kurator
Leonhard Bartolomeus
Gesyada Annisa Namora Siregar

Pembukaan
Selasa, 7 November 2017
19.00 - 21.00
-
Pertunjukkan musik oleh: Adra Karim

Pameran
8 - 23 November 2017
10.00 – 21.00

Diskusi dan Peluncuran Buku
Kamis, 23 November 2017
19.00 - 21.00

Tempat
Galeri Cipta III - Taman Ismail Marzuki Jakarta
Jl. Cikini Raya No. 73 - Jakarta Pusat
_____________________
Informasi lebih lanjut
Komite Seni Rupa - Dewan Kesenian Jakarta
Taman Ismail Marzuki,
Jl. Cikini Raya No. 73
Jakarta 10330

Tlp. 021-31937639, 3162780, 39899634
Fax: 021-31924616
Website: www.dkj.or.id

Monday, October 30, 2017

Transparan pameran karya cat air oleh I Made Djirna


Undangan

SIDHartA.co  mengharapkan kehadiran anda untuk menghadiri acara pembukaan
                     requests the pleasure of your company to attend the opening of



Transparan
pameran karya cat air oleh        I Made Djirna
an exhibition of watercolors by

Curated by Asikin Hasan

pada hari Minggu,    5 November 2017
on Sunday,

mulai pk.     11 am
starting at

tempat:       Historia
venue:        Jl. Pintu Besar Utara no.11
                 Kota Tua
                Jakarta 11110

Pameran berlangsung hingga Minggu, 19 November 2017
The exhibition extends until Sunday,






TANAH TINGAL FAMILY & CULTURE festival

Dear Everyone,
Please come to
TANAH TINGAL
FAMILY & CULTURE festival .
We will have extensive activities for kids, workshop for adults, food vendors and other vendors,
We will have puppet shows and gamelan shows, story telling with public figure, djs, music, yoga and all the fun stuff ..
.

Free entry -
Parking charge for cars & motorcycle .
Come with your bicycle :) .
.

Free culture shows, exhibitions & story telling. .
.

Paid kids activities
Paid Pool
Paid workshops .
.

Join our forest family and have fun .
Much love,
Tanah Tingal family ,
@tanahtingal
,

Workshops : . .
-candle making for kids -shibori making
-ecoprint
-healthy food & vegetables
-cooking workshop (stay tune for more info) .
.

Kids activities : .
.
Different Voucher prices each : -Treasure hunt . .
-Painting on caping .
-Candle making for kids
-Tanam Bunga dalam Pot .
.
80k
With All you can play all day activities & Wwf panda mobile : -arts & Craft -science play -make and do -children sensory class .
.

Yoga at the lake with
@feelgood.space
@utarisyaukat
On Sunday (DM for registration)
@ 150k
BRing Your Own Mat

Wednesday, October 25, 2017

A Different Way Of Painting: A Different Way Of Thinking About Painting?



Is this email not displaying correctly?
View it in your browser.
 
SIARAN PERS


A Different Way Of Painting: A Different Way Of Thinking About Painting?
 
Malam Pembukaan :
Selasa, 31 Oktober 2017
19.00 WIB

Durasi Pameran:
31 Oktober - 10 Desember 2017
 
Sebuah pameran oleh tujuh pelukis dari Inggris dan Asia Tenggara (Indonesia, Filipina, dan Singapura)
Kesamaan apa yang dimiliki oleh para seniman ini? Mereka kesemuanya adalah pelukis yang menempuh studi di Inggris. Karya mereka berbeda dari kebanyakan pelukis dari Asia Tenggara. Mereka tidak sering menampilkan karya yang figuratif, lebih ke hal yang konseptual-perseptual, beberapa diantaranya juga seorang kurator dan penulis. Mereka peduli mengenai lukisan sebagai objek fisik dan sebagai hal esensial dalam diskusi kontemporer mengenai lukisan.
Di waktu yang bersamaan dengan Jogja Biennale, kami juga akan mengadakan forum diskusi tentang merenungkan lukisan yang akan diadakan pada hari Kamis, 2 November 2017 pukul 14.00 WIB.


---------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------------

PRESS RELEASE
 
 
A Different Way Of Painting: A Different Way Of Thinking About Painting?
 
Opening :
Thursday, 31st October 2017
07.00 PM
 
Exhibition Duration:
31st October 2017 - 10th December 2017
 
An exhibition of painters from the UK and South-east Asia (Indonesia, Philippines, Singapore)
What do these artists have in common? These are all painters who studied at some time in the UK and have been affected by that. But what exactly does that mean? Their work is different from most South-east Asian painters. Rarely figurative, more conceptual-perceptual, several of them also curate or write, they are concerned both with the painting as a physical object and as something within contemporary discussions on painting.
In Jogja at the same time as the Jogja Biennale it would provide a forum for thinking about painting that will be held on Thursday, 2 November 2017 on 2 PM.
 


 This event is presented by:
Equator Art Projects | Langgeng Art Foundation
 
 
See more about us on
Facebook: Langgeng Art Foundation / Laf Yogyakarta
Twitter: @LAF_Jogja
Instagram: langgengartfoundation
www.langgengfoundation.org


Biennale Jogja 2017 | Jogja National Museum

 


 
BIENNALE JOGJA XIV – EQUATOR #4
STAGE OF HOPELESSNESS
INDONESIA MEETS BRAZIL
2 NOVEMBER – 10 DESEMBER 2017
 
Main Exhibition | Festival Equator | Parallel Event | Biennale Forum
Lifetime Achievement Award
 
Kurator: Pius Sigit Kuncoro
Tim Artistik: Forum Ceblang Ceblung
 
Taman Budaya Yogyakarta dan Yayasan Biennale Yogyakarta dengan bangga mengundang kehadiran Bapak/Ibu/Saudara dan kawan-kawan sekalian dalam acara pembukaan:
 
MAIN EXHIBITION
BIENNALE JOGJA XIV
EQUATOR #4
STAGE OF HOPELESSNESS
 

Jogja National Museum (JNM)
Jl. Prof. Ki Amri Yahya No. 1 Yogyakarta
  




SENIMAN
  • Adi Dharma aka Stereoflow
  • Aditya Novali
  • Arin Sunaryo
  • Cinanti "Keni" Astria Johansjah
  • Cinthia Marcelle & Tiago Machado
  • Clara Ianni
  • Daniel Lie
  • Deyson Gilbert
  • Faisal Habibi
  • Farid Stevy Asta
  • Gatot Pujiarto
  • Ícaro Lira
  • Indieguerillas x WVLV
  • Jonathas de Andrade
  • Julian Abraham
  • Kinez Riza
  • Leticia Ramos
  • Lourival Cuquinha
  • Lugas Syllabus
  • Maria Indriasari
  • Mulyana
  • Narpati Awangga aka Oomleo
  • Ngakan Ardana
  • Nurrachmat Widyasena
  • Patriot Mukmin
  • Roby Dwi Antono
  • Rodrigo Braga
  • Sangkakala
  • Syaiful Aulia Garibaldi
  • Tattoo Merdeka
  • Timoteus Anggawan Kusno
  • Virginia de Medeiros
  • Waléria Americo
  • Wiguna Valasara
  • Wisnu Auri
  • Yudha "Fehung" Kusuma Putera
  • Yunizar
  • Yuri Firmeza
  • Zico Albaiquni

  
Biennale Jogja memiliki beberapa mitra hotel untuk memfasilitasi penginapan Anda di Yogyakarta. Untuk informasi selengkapnya silahkan menghubungi hospitality.biennalejogja@gmail.com atau Yumaya Mija +62 857 4355 7707. Dapatkan harga khusus dengan reservasi melalui panitia Biennale Jogja.
  
Copyright © 2017 Yogyakarta Biennale Foundation, All rights reserved.
You are subscribed.

Our mailing address is:
Yogyakarta Biennale Foundation


Monday, October 23, 2017

SURPRISE 11 "Avant-Garde"

SURPRISE 11
"Avant-Garde"

At Bale Banjar Sangkring
23-26 Oktober 2017 
Have fun your experience

Day 1: 23 Oktober 2017  - start 18.30 WIB
OPENING CEREMONY

-Shadow batik
-Fashion show
-Musik etnis
-Keroncongan
-Sasenigaya
-Yessy yoanne
-Ardo tong

Day 2 : 24 Oktober 2017 - start 09.00 WIB at kampus isi Yogyakarta

-seminar :

-"how to survive"
-"creative indie market steps"
Houze of piratez ( Oky Rey Montha )
Indieguerillas ( Santi ariestyowati )

Day 2 : 24 Oktober 2017
Start : 09.00-12.00 WIB
Gedung ajiyasa FSR ISI Yogyakarta

- WORKSHOP
- Terrarium with Taman Kecil
- eco Print with Novi Bamboo ( ecoprint Indonesia)
- Resin Bening With Cleanmix
( HTM 40 K )

Day 2 : 24 Oktober 2017
Start : 13.00-17.00 WIB
Fakultas Seni Rupa ISI Yogyakarta

Day 3 : 25 Oktober 2017
At ISI Yogyakarta

- Bedah Karya
- Diskusi FKMKI
- Gala Dinner
- Perform Delegasi

Day 4 : 26 Oktober 2017
At Bale Banjar Sangkring

Music performance:

- City tour
- Closing
- Mamahima
- TCRS
- Kopi loewak
- Kavaleri
- Half Eleven pm

Closing Party by:

Share your experience with #11surprise 😊

#11surprise #ISIjogja #isi_info #mhsisijogja #eventjogjakarta #BerandaJogja #jogjainfo #jogjapunyaacara #exhibitionjogja #infojogja #jogjaevent #icampusindonesia #infosenijogja #jogjastudent #jogjaupdate #jogja24jam #infoseni #hmjkriyaisiyk #sangkringartspace #isisolo #isipadangpanjang #ikj #isbiaceh #isidenpasar  #uns #uny #ub #fkmki #isbibandung #isbikaltim #isbitanahpapua

Saturday, October 21, 2017

BEDAH BUKU "SENI KERAJINAN PRIBUMI DI HINDIA BELANDA"

BEDAH BUKU "SENI KERAJINAN PRIBUMI DI HINDIA BELANDA"

26 Oktober 2017
Ruang Pamer SeniRupa IKJ
13.00-15.00

GRATIS!!
______________________________
Sebagai sebuah bentuk kegiatan akademis, program Bedah Buku “ SENI KERAJINAN PRIBUMI” ini tentu memiliki maksud untuk membuka wawasan, memberikan informasi dan pengetahuan yang sebesar-besarnya mengenai Seni Kriya Nusantara yang paling menyeluruh
sebagai kekayaan bangsa Indonesia yang benar-benar melimpah dengan beberapa nara sumber yang memang pakar dibidangnya.

Nara Sumber
•Christina M. Udiani| Editor Seni Kerajinan Pribumi
• Naniek Harkantiningsih| Pusat penelitian arkeologi Nasional Franseda
• Lucky Wijayanti | Institut Kesenian Jakarta
• Lusiana Limono | Praktisi
Info:
- Siti Indriani 085691711905
- ‎Danny Yuwanda 08990021395

Daftar:
bit.ly/kerajinanpribumi

______

Sinopsis buku:
Buku 'Seni Kerajinan Pribumi di Hindia Belanda' merupakan terjemahan dari buku berjudul 'De Inlandsche Kunstnijverheid In Nederlandsch Indie' yang terbit pada 1912, karya seorang etnografer keturunan Indonesia-Belanda bernama J.E Jasper dan Mas Pirngadie. Buku ini memperlihatkan ragam kriya Nusantara semasa pemerintahan kolonial Belanda, memaparkan bahan-bahan lokal, teknik, alat, metode pengerjaan, hingga data-data perdagangan yang terkait.
Kekayaan seni kerajinan Nusantara itu terdokumentasi dalam 5 jilid:
- jilid 1 mengenai anyaman
- ‎jilid 2 mengenai tenun
- ‎jilid 3 mengenai batik,
- ‎jilid 4 kerajinan emas dan perak
- ‎jilid 5 tentang kerajinan logam tidak mulia.

Saturday, October 14, 2017

Showcase Of Anroo Paintings



Salam hangat kepada sahabat sekalian,

Kami dari Atreyu Moniaga Project mengundang anda untuk hadir pada malam pembukaan showcase karya  " Face The People " oleh Anroo yang diakan pada: 

Hari, tanggal: Senin, 16 Oktober 2017
Jam: 18:30
Tempat: Ruang Seduh Kemang


Terlampir poster dari pameran ini sebagai referensi. Terima kasih untuk waktu dan kesediaan teman-teman bergabung bersama kami.

Untuk pembelian karya dan katalog karya anda bisa menghubungi kami via info@atreyumoniaga.com


Tertanda,


Janeeve Timora  // Project Manager
Atreyu Moniaga Project
+6289669283122
Download Press Release


Our mailing address is:
info@atreyumoniaga.com

Want to change how you receive these emails?
You can update your preferences or unsubscribe from this list

 







art project management · Apartemen Taman Rasuna Jl. Hr Rasuna Said Tower 18 Utara no 23K · Jakarta 12960 · Indonesia