Friday, November 20, 2015

TETES | a solo exhibition by Dadang Rukmana | November 28 - December 28, 2015 | Semarang Gallery


> Semarang Gallery warmly invites you to attend the opening of
>
>
> TETES
>
>
> a solo exhibition by
> Dadang Rukmana
>
>
> On Saturday, November 28, 2015 at 7 PM
>
> curator
> Wahyudin
>
>
> Venue:
> Semarang Gallery
> Jl. Taman Srigunting No. 5-6 Semarang 50174
> T. +62 24 355 2099 F. +62 24 355 2199
> galeri_semarang@yahoo.com   www.galerisemarang.com
> opening hours: Tuesday - Sunday, 10.00 am - 4.30 pm
>
>
> The exhibition runs until December 27, 2015
>
>  
> Semarang Contemporary Art Gallery
> Jl. Taman Srigunting No. 5-6
> Semarang 50174 - Indonesia
> T. +62 24 355 2099  F. +62 24 355 2199
> galeri_semarang@yahoo.com
> www.galerisemarang.com
> FB: Semarang Gallery
> IG: semarang_gallery

Bandung | Diskusi Menapak Jejak Nafas Pantomime Indonesia | Sabtu, 21 November 2015




Diskusi
" Menapak Jejak Nafas Pantomime Indonesia"
Sabtu, 21 November 2015,
14.00 WIB -selesai,
di s.14,
jl. Sosiologi No.14,
Komplek Perum Unpad,
Cigadung-Bandung.

Akan ada juga :
- Screening Film (Marcel Marceau)
- Musik Akustik dan Perkusi
- Repertoir Pantomime

Pameran Dokumentasi  8 Tahun Mixi Imajimimetheatre Indonesia,
21-29 November 2015
Selasa-Sabtu, 11.00 - 17.00 WIB
(Minggu & Senin Libur)

Terbuka untuk Umum & Gratis.

Workshop Pantomime :
29 November 2015
(IDR 50K/peserta, Min. Umur 7 tahun-ke atas),
cp.  085722675658

Thursday, November 19, 2015

Call for Submissions | Me Fest



We, Sorak Suar student council of Erudio School of Art, proudly present MeFest 2015 : Clockwork. This year, we are initiating an innovation by holding an art exhibition in a labyrinth with steampunk theme. We are recruiting a minimum of 50 young artists.

We are inviting all young artists to submit their drawing, painting, digital painting, illustration, photograph, sculpture,leather artwork, metal artwork, handcraft, paper art, film, interactive artwork, kinetic artwork, etc. The theme will be  Creativity and Imagination.  Note: We would love to confirm your participation for IB students who can provide CAS hours form!

To submit your artwork please fill this form
https://docs.google.com/forms/d/1XK-StaHH6LS7CPCs5vt6SuqVkNdpme9CeOTZion2nDc/viewform?usp=send_form 

For further information, Putti Hatti Imanni  0812 1280 2383 or email me at putti.imanni@esoa.sch.id

Workshop | MeFest "ClockWork" & Book Binding By Diedra Cavina | Jumat & Sabtu 27 & 28 November 2015

Halo! Erudio School of Art akan mengadakan acara tahunan yaitu, MeFest "ClockWork", MeFest kali ini bertujuan untuk mengundang dan mengumpulkan aspirasi, harapan, dan visi dari generasi muda. Karena itu kami ingin mengajak kalian untuk berkarya, salah satunya @tusuk_ mengajak kalian mengikuti Workshop yang satu ini nih!  




Book Binding By Diedra Cavina @tusuk_ Hanya Rp.250.000,- (Termasuk Free Entrance MeFest + Snacks)  Pada hari Jumat, 27 November 2015  Bawa Packaging bekas dan pernak pernikmu untuk menjadi cover bukumu ya!!!  Informasi lanjut dan Booking bisa hubungi ke:   saniyyah.wardhani@esoa.sch.id or (wa/line) 0812 9092 9725    Follow us on IG @mefest.clockwork and @Erudioschoolofart




Halo! MeFest "Clock Work" 2015 kali ini bertujuan untuk mengundang dan mengumpulkan aspirasi, harapan, dan visi dari generasi muda. Karena itu kami ingin mengajak kalian untuk berkarya, salah satunya Maion Craftz mengajak kalian mengikuti Workshop yang satu ini nih!   Leather Wallet By Maion Craftz (Aleysha) Hanya Rp.200.000,- (Termasuk Free Entrance MeFest + Snacks)  Pada hari Sabtu, 28 November 2015, jam 12 siang - 3 siang   Informasi lanjut dan Booking bisa hubungi ke:   Runa Runannisa@gmail.com 087888008030

Monday, November 16, 2015

pameran lukisan abstrak karya Baron Basuning dg tema Book Of Experiences -Pengalaman Sebuah Buku

Pameran lukisan abstrak karya Baron Basuning  dg tema Book Of Experiences -Pengalaman Sebuah Buku...

Selasa, 1 Desember 2015
Pkl 1900.WIB.

Tempat Balai Budaya Jln  Gereja Theresia 47 Menteng Jakarta...

Berbagi kehangatan sekaligus berapresiasi pd karya abstract contemporary  ...BOOK of EXPERIENCES
Narated Prof. Mudji Sutrisno -
Curated Eddy Sutriyono

Performance  Pevita  Pearce  - Amin Kamil

Kehidupan kita adalah bak "sebuah buku", lazimnya sebuah buku, ada buku yang bermutu, setengah bermutu atau kurang bermutu.... Persoalan baik dan tak baiknya sebuah buku itupun relative dari sudut pandang dan perspektif apa kita menilai dan mengamini. Namun yang pasti disetiap buku pasti ada sesuatu maksud yang tersirat maupun tersurat yang hendak dituju.
Sepanjang hidup manusia ada seseorang yang dedikasi dan pengabdiannya sejati untuk kemanusiaan dan kemaslahatan umat serta alam semesta....Ada pula justru penghancur kemanusiaan dan alam itu sendiri?

.Demikian halnya proses perjalanan bangsa tercinta ini....ada suatu masa kita saling bercuriga antar sesama? Ada suatu masa kita saling merindukan kebersamaan .....Ada tahun-tahun penuh kekelaman ada tahun-tahun penuh harapan....!!! Ditengah -tengah gerusan arus besar materialisme & globalisasi...dan radikalisme agama.....kita harus pandai - pandai membaca ombak agar kita tak hanyut digelombang samudra yang tak berujung...

Sampul depan adalah tanggal kelahiran seseorang dan sampul belakang adalah akhir dari kehidupannya. Pada suatu kehidupan ada chapter per chapter ada halaman perhalaman, ada halaman bersih dan ada halaman kotor.Dalam kehidupan yang fana dan singkat ini, buku mengajarkan kita untuk memilih?
Tinggal kita mengisi halaman demi halaman dalam sepanjang kehidupan kita. Kita tak tahu kapan kita datang terlahir dan kita tak dapat menolak juga kapan harus pulang.....?

Konsep yang sederhana ini pulalah hingga tema pameran tunggalku kali ini bertajuk " Book Of Experiences" berawal....!!!
Dan dari " pengalaman sebuah buku" pulalah sebagai jendela penerang jiwa aku masih belajar dan terus belajar untuk memberi makna pada kehidupan......

Depok 21 Oct 2015

baron basuning

Wednesday, November 11, 2015

BIENNALE FORUM - Jogja Biennale XIII





Biennale Jogja XIII
Mempersembahkan
View this email in your browser

  


         
   BIENNALE FORUM

 


PERBINCANGAN TENTANG LOKAL, KOSMPOLITAN, DAN RELASIONAL

November 17 – 19, 2015

Hari 1, 17 November 2015
Public Lecture: Nicolas Bourriaud (FR)
Moderator: Enin Supriyanto (ID)
9.30 – 13.00 WIB
di Gedung Societet Militer, Taman Budaya Yogyakarta, Jalan Sriwedani 1, Yogyakarta

"20 Tahun Perjalanan dari Relational Aesthetic menuju Altermodern"

Dalam senarai perhelatan Biennale Jogja XIII 2015, Simposium Khatulistiwa (SK) meluncurkan sejumlah naskah yang disampaikan dan diperbincangkan dalam SK 2014 dengan judul "SK 2014 – Orang dan Orang Banyak: Praktik Etika dan Estetika dalam Demokrasi Abad ke-21".
Bersamaan dengan itu, SK juga menyelenggarakan sesi VIRAL sebagai bagian dari Biennale Forum yang mengundang Nicolas Bourriaud untuk membicarakan landasan pemikiran altermodern, sebuah konsep yang digagas dan dilaksanakannya dalam Tate Triennial 2009, Inggris. Pada awal 1990-an, Bourriaud menciptakan terma relational aesthetic (yang kini kerap digunakan untuk merujuk praktik-praktik artistik yang melibatkan orang banyak). SK tertarik untuk melihat altermodern sebagai kelanjutan dari pemikiran relational aesthetic yang berbasis pengalaman dan pemikiran kritis.


Nicolas Bourriaud adalah Direktur dari École Nationale Supérieure des Beaux-Arts, Perancis. Sebelumnya, bersama Jérôme Sans, Ia mendirikan dan menjadi co-direktur  Palais de Tokyo, Paris. Ia menjadi kurator seni kontemporer Gulbenkian di Tate Britain, London dari 2008-2010 dan di tahun 2009 ia mengkurasi Tate Triennial ke-4 di sana.

Diskusi dalam Bahasa Inggris dan Indonesia. 

Hari 2, November 18, 2015
Biennale sebagai Platfrom untuk Pertukaran Budaya

di  Ruang Concert Hall, Pasca-Sarjana ISI, Jalan Suryodiningratan, Yogyakarta


10:00 - 12:00 WIB
 
Pembicara: Vera Mey (KH-NZ)
Dengan pengalaman kerjanya yang luas dalam beberapa proyek pertukaran budaya, Vera Mey akan berbicara tentang fenomena kerja residensi dan proyek kolaborasi di Asia Tenggara. Sementara biennale semakin menjadi ruang untuk produksi artistik, pertukaran dan kolaborasi, ada banya platform yang ditawarkan di wilayah ini untuk aktivitas-aktivitas tersebut. Vera akan mengeksplorasi institusi-institusi berskala kecil dan strategi mereka untuk menciptakan intervensi yang lebih terbuka dan setara.

Vera Mey adalah kurator CCA – Centre for Contemporary Art, Singapore — sebuah pusat riset dari Nanyang Technological University (NTU). Untuk tahun 2015-16 ia menjadi salah satu bagian akademisi dari Ambitious Alignments: New Histories of Southeast Asian Art, sebuah inisiatif riset dari Getty Foundation, dan juga sebagai komite editorial pendiri Southeast of Now: Directions in Contemporary and Modern Art.


 Pembicara: Jannice Kim* (KR)
Jannice Kim akan menjelaskan tentang pertukarang budaya yang sedang berlangsung di Korea Selatan serta bagaimana pemerintah Korea Selatan sangat gencar untuk melakukan penetrasi budaya baik ke luar negeri dan ke dalam negeri melalui berbagai program seni dan residensi. Apa tujuan utama pemerintah ketika mengambil kebijakan ini, serta bagaimana gerak dan jejaring pemerintah sehubungan dengan agen-agen seni lain yang sudah mapan ataupun alternatif di Korea Selatan?

Jannice Kim membuka dua ruang non-provit di Seoul, Art+Lounge Dibang dan Cottonseed in Mullae Art Village pada 2010. Pada 2012 Ia diundang ke Gillman Barrack, ruang hub seni kontemporer di Singapura untuk mengelola ruang Cottonseed dan mengenalkan seniman Korea Selatan ke scene Asia Tenggara dan sebaliknya.


Pembicara: Agung Hujatnika* (IN)
Agung akan menceritakan pengalaman tentang bekerja dalam konteks biennale di Indonesia dan apa relevansi pertukaran praktik budaya dalam penyelenggaraan biennale? Dalam Biennale Jakarta, ia berfokus pada pertukaran regional Asia Tenggara dan melanjutkannya dalam konsep mobilitas dalam Biennale Jogja XII. Apakah perpindahan merupakan praktik penting dalam seni Asia Tenggara?

Sejak 2001 Agung menjadi kurator di Selasar Sunaryo Art Space, Bandung dan mengkurasi berbagai pameran di Indonesia dan luar negeri. Ia adalah kurator berjejaring untuk tiga Singapore Biennale sejak 2006. Ia menjadi kurator Biennale Jogja XI pada tahun 2013.

Hari 3, November 19, 2015
Kuliah Umum
di  Ruang Concert Hall, Pasca-Sarjana ISI, Jalan Suryodiningratan, Yogyakarta
10.00 – 11.00 WIB

 
Pembicara: Mami Kataoka (JP)
Mami Kataoka telah mengkurasi banyak proyek yang berbeda yang melibatkan seniman dengan berbagai pendekatan artistik, dari obyek berbasis instalasi, metode estetika relasional, dan banyak lainnya. Beberapa aktivitas terbarunya, misalnya dengan Lee Ming Wei dan Dinh Q Lee, menggunakan pendekatan yang menciptakan hubungan sosial baru, baik antara seniman dan masyarakat, seniman dan penonton, seniman dan artis, dan lainnya. Ia akan mempresentasikan proyek-proyek tersebut untuk melihat kemungkinan dari proyek seni untuk menciptakan intervensi sosial yang produktif.

Mami Kataoka telah menjadi Kepala Kurator di Museum Seni Mori (MAM) di Tokyo sejak 2003 dan memperluas praktek kuratorialnya dalam banyak proyek internasional termasuk di Gwangju Biennale ke-9 (2012) sebagai Artistik Direktur Rekanan. Dia adalah kurator internasional di Hayward Gallery di London antara tahun 2007 dan 2009. Kataoka juga sering menulis dan memberikan ceramah tentang seni kontemporer di Asia.


 
Diskusi Panel
11.00 – 13.00 WIB

 

Pembicara: Syafiatudina (ID)
Baru-baru ini, Syafiatudina bekerja pada beberapa proyek yang dengan kuat didasarkan pada gagasan kolaborasi, intervensi sosial, dan bagaimana seni memungkinkan masyarakat untuk mengartikan ruang mereka dan kehidupan sehari-hari. Proyek jangka panjangnya, Made in Commons, dilakukan di Amsterdam dan Yogyakarta, adalah contoh menarik untuk membahas bagaimana commons atau co-kreasi timbal balik telah menjadi dasar fundamental untuk proyek-proyek seni. Apa tantangan dari bekerja dengan pendekatan semacam ini dalam konteks seni rupa kontemporer di Yogyakarta?

Syafiatudina adalah co-direktur KUNCI Cultural Studies Center di Yogyakarta - Indonesia. Awal tahun ini, dia menjadi kurator Kaleidoskop, program dua tahunan bagi seniman muda sebagai platform untuk menunjukkan praktik seni saat ini di Yogyakarta. Pada tahun 2014 dia adalah rekan untuk pendirian program KfW Stiftung "Curators in Residence - Curating Collections" di Weltkulturen Museum, Jerman.


Pembicara: Joned Suryatmoko (ID)
Sebagai sutradara teater, Joned Suryatmoko telah bekerja dengan banyak kolaborator yang berbeda untuk mewujudkan ide-ide artistiknya. Dia mengenalkan berbagai pendekatan baru dalam bidang teater kepada masyarakat di Yogyakarta, bahwa menonton drama bukan hanya datang ke ruang teater, duduk dan berbicara, tetapi juga tentang bagaimana kita mengalami kota, lanskap kota, dan juga pertemuan kita dengan yang lain. Ia juga bekerja di beberapa proyek dengan basis teater bagi masyarakat, bekerjasama dengan organisasi non-pemerintah mapan yang membuatnya menarik untuk membandingkan baik pengalaman artistiknya dan hubungan sosial yang ia ciptakan.

Dikenal sebagai pembuat teater dan dramawan, Joned Suryatmoko telah menjalankan kelompok teater Gardanalla di Yogyakarta - Indonesia sejak tahun 1997 dan telah menghasilkan berbagai pertunjukan. Saat ini ia adalah Direktur pada Indonesian Dramatic Reading Festival (IDRF), dan sebagai Spesialis Teater untuk Program Komunitas Kreatif, diprakarsai oleh Yayasan Kelola dan Bank Dunia.

Pembicara: Rain Rosidi (ID)

Parallel Event BJ XIII berangkat dari keinginan untuk menginisiasi proyek seni yang mempertemukan mahasiswa, seniman, aktivis, penggerak kebudayaan dengan masyarakat umum yang terutama merespons persoalan-persoalan lokal dalam masyarakat itu. Delapan komunitas bekerja bersama selama 8 bulan. Bagaimana proses kerja mereka? Mengapa kerja semacam ini menjadi penting untuk peristiwa seni dalam skala besar seperti Biennale Jogja? Bagaimana ukuran keberhasilan proyek semacam ini?

Rain Rasidi adalah Direktur Artistik Biennale Jogja XIII dan pengajar di Institut Seni Indonesia Yogyakarta.
Forum ini gratis dan terbuka untuk audiens lokal dan internasional dengan registrasi hingga 15 November 2015. Disediakan sertifikat dan makan siang untuk peserta. Peserta juga mendapat buku panduan Biennale Jogja XIII secara cuma-cuma. Untuk informasi dan registrasi silakan menghubungi: 

Sdri. Maria Erni
hp. +6285726659948
e. info@biennalejogja.org
Copyright © 2015 Yogyakarta Biennale Foundation, All rights reserved.
you are subscribed.

Our mailing address is:
Yogyakarta Biennale Foundation
Taman Budaya Yogyakarta, Jl. Sriwedani 1
Yogyakarta 55122
Indonesia







Ballet Sumber Cipta's Nutcracker In Jazz | GBB TIM 19 & 20 December 2015

 Nutcracker In Jazz

    Captionless Image

    Sabtu, 19 Desember 2015 Pkl. 19.00

    Minggu, 20 Desember 2015 Pkl. 16.00